Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Inovasi Pengolahan Kolang-Kaling Sebagai Peeluang Usaha Baru Bagi Masyarakat Sekitar KHDTK

Jumat | September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-10-07T00:31:50Z
iklan
Oleh: Rosita dan Much Hidayah Marasabesy
Dosen Fakultas Pertanian, Jurusan Kehutanan

Analisis Situasi dan Latar Belakang Pengabdian
Desa Hijrah merupakan salah satu desa yang berbatasan langsung dengan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) di Maluku Utara. Sebagai wilayah yang berada di zona penyangga (buffer zone), Desa Hijrah memiliki potensi keanekaragaman hayati yang melimpah sekaligus memegang peran krusial dalam menjaga fungsi ekologis hutan. Namun, sebagaimana pemukiman pinggiran hutan pada umumnya, tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal masih tergolong rendah dan sangat bergantung pada hasil alam secara tradisional. Keterbatasan mata pencaharian kerap menciptakan tekanan ekonomi yang berpotensi memicu aktivitas pemanfaatan hutan yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi teknologi tepat guna (TTG) dan pendekatan ekonomi kreatif yang mampu mengoptimalkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) tanpa merusak ekosistem KHDTK.

Pohon aren (Arenga pinnata) tumbuh subur secara alami dan tersebar luas di bentang alam Desa Hijrah. Pohon ini memiliki peran konservasi yang sangat vital, terutama dalam menahan laju erosi tanah, menjaga resapan air, dan memelihara struktur tanah perbukitan Maluku Utara. Selain dimanfaatkan niranya, tanaman aren menghasilkan buah yang melimpah dan menghasilkan kolang-kaling (endosperma biji aren). Kolang-kaling mengandung galaktomanan, serat pangan tinggi, kalsium, serta asam amino yang bermanfaat bagi kesehatan.

Berdasarkan hasil analisis situasi dan identifikasi awal bersama masyarakat Desa Hijrah, ditemukan beberapa permasalahan utama:
  1. Masyarakat belum mengetahui kalau buah pohon aren ternyata bisa diolah menjadi bahan pangan.
  2. Karena keterbatasan tersebut, masyarakat belum mengolahnya secara maksimal.
  3. Mereka pernah melihatnya di pasar umum, akan tetapi mereka tidak tahu kalau buah itu berasal dari pohon aren.
Atas dasar kondisi tersebut, kami hadir dalam bentuk pengabdian masyarakat ini menghadirkan inovasi baru bagi masyarakat dekat hutan, dalam hal ini Desa Hijrah.

Perancangan Solusi Dan Inovasi Terapan
Pengabdian ini menerapkan paket solusi teknologi tepat guna dan pendampingan manajemen usaha yang terintegrasi bagi warga Desa Hijrah melalui tiga pilar inovasi:

a. Inovasi pengolahan
Problem utama kolang-kaling mentah adalah aroma asam dan lapisan lendir. Tim pengabdi mengintroduksikan teknik perendaman menggunakan bahan alami lokal, yaitu merendam selama 2 jam buah tersebut agar getah atau lendir dapat hilang dan tidak gatal lagi.

b. Diversifikasi Produk Pangan Olahan Khas Desa Hijrah
Kolang-kaling mentah ditransformasi menjadi empat varian produk turunan yang berdaya simpan tinggi dan diminati pasar modern:
  1. Kolang Kaling Original: Memanfaatkan tambahan gula dan buah kolang-kaling.
  2. Kolang Kaling Aneka Rasa: Memanfaatkan pewarna makanan agar menambah citra warna yang menarik bagi yang melihatnya sehingga mau mencicipinya.
  3. Sirup Rempah Kolang-kaling: Minuman kesehatan berbasis rempah khas Maluku Utara (pala dan cengkeh) yang dipadukan dengan tekstur kolang-kaling.

Hasil Dan Capaian Evaluasi Kegiatan
Program ini memberikan peningkatan kapasitas teknis dan ekonomi yang terukur bagi masyarakat Desa Hijrah:
Keberlanjutan Program Dan Dampak Konservasi
Keberlanjutan kegiatan ini ditopang oleh pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang terintegrasi dengan BUMDes Desa Hijrah. Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) produksi memastikan mutu produk tetap terjaga secara konsisten.

Dari aspek lingkungan, meningkatnya nilai ekonomi kolang-kaling menumbuhkan kesadaran ekologis warga Desa Hijrah. Manfaat ekonomi yang dirasakan secara berkelanjutan mendorong masyarakat untuk secara aktif menjaga dan melestarikan pohon aren di KHDTK, yang secara langsung mendukung pencegahan erosi tanah dan pelestarian kawasan hutan Maluku Utara.

×
Berita Terbaru Update