![]() |
TERNATE, DETIKMALUT.com - Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mendorong para kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Sarbin saat menghadiri penutupan pelatihan sosialisasi Jiwa, Semangat, dan Nilai-Nilai 1945 (JSN 45) yang diikuti kepala sekolah, guru, serta siswa SMA, SMK, dan SLB se-Maluku Utara.
Sarbin mengapresiasi keterlibatan para peserta dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan JSN 45 menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pemahaman tentang semangat perjuangan, patriotisme, serta nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan.
Ia meminta para guru, khususnya kepala sekolah, menjadikan sekolah sebagai ruang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat persatuan di kalangan siswa.
Menurut Sarbin, Pancasila harus menjadi salah satu rujukan utama dalam membangun karakter generasi muda. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk menjadi titik temu dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat.
"Persatuan dan kesatuan adalah segalanya demi keutuhan bangsa di masa depan," ujar Sarbin.
Ia berharap para siswa tidak hanya memahami nilai-nilai kebangsaan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta ikut menjaga persatuan bagi generasi yang akan datang.
"Mari terus kita lestarikan nilai juang, patriotisme, serta semangat berkorban dengan rela melepaskan ego kita demi kepentingan Maluku Utara dan bangsa Indonesia ke depan," ucapnya.
Sarbin juga berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diteruskan dan memberikan manfaat, baik bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat secara luas.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I DPP LVRI, Letjen TNI (Purn.) Muzani Syukur, mengatakan berakhirnya pelatihan bukan berarti berakhir pula tanggung jawab para peserta.
Menurutnya, para peserta yang telah menerima berbagai materi selama kegiatan diharapkan dapat mengambil peran sebagai bagian dari mata rantai pewarisan Jiwa, Semangat, dan Nilai-Nilai 1945 kepada generasi berikutnya.
"Amanat tersebut harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh," tegasnya.
Ia menekankan, pewarisan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda membutuhkan keterlibatan aktif para pendidik agar semangat kebangsaan tetap tumbuh dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Kegiatan penutupan pelatihan tersebut turut dihadiri Danrem 152/Baabullah Ternate, para veteran, serta seluruh peserta pelatihan.
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai perjuangan 1945 diharapkan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi dapat diteruskan melalui lingkungan sekolah dan masyarakat sehingga semangat persatuan, patriotisme, dan cinta tanah air tetap menjadi bagian dari karakter generasi muda Maluku Utara. (Id/Red)

