Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Sekolah Rakyat Kukumutuk Dibuka, Bupati Tekankan Pemerataan Pendidikan

Selasa | September 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-22T13:17:33Z
iklan
TOBELO, DETIKMALUT.com - Bupati Halmahera Utara (Halut), Dr. Piet Hein Babua, M.Si., resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi Desa Kukumutuk, Kecamatan Kao, Selasa (22/9/2026).

Pembukaan di Gedung Serbaguna Sekolah Rakyat tersebut menandai dimulainya aktivitas pendidikan di sekolah berasrama yang seluruh kebutuhan peserta didiknya ditanggung negara.

Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kukumutuk menerima 45 siswa jenjang SD. Sekolah ini dirancang berkapasitas 270 siswa dengan dukungan 75 tenaga pendidik. Secara keseluruhan, program Sekolah Rakyat di Halut akan menampung sekitar 1.080 siswa jenjang SD hingga SMA dari 17 kecamatan, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu, yatim piatu, dan kelompok rentan.

Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama dengan pendampingan wali asuh. Satu wali asuh mendampingi 10 siswa. Kebutuhan siswa, mulai dari seragam, makanan, tempat tinggal hingga transportasi, diberikan secara gratis.

Staf Khusus Menteri Sosial Bidang SDM dan Program, Fuji Abdul Rohman, mengatakan MPLS menjadi fondasi pembentukan karakter, disiplin, dan kebersamaan. “Di sini, semuanya baru. Kepala sekolahnya baru, gurunya baru, siswanya baru. Kita semua memulai dari titik nol yang sama,” ujarnya.

Setelah MPLS, siswa akan mengikuti matrikulasi untuk menyamakan kemampuan belajar. Pendidikan diarahkan pada tiga pilar, yakni karakter, keterampilan hidup, dan akademik.

Mewakili Gubernur Maluku Utara, Asisten II Pemprov Malut, Ir. Sri Haryati Hatari, M.Si., mengatakan Pemprov telah menyiapkan lahan 9,5 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kukumutuk, Halut, dan Rioribati, Halmahera Barat. Ia berharap program tersebut membantu menekan angka putus sekolah.

“Tidak boleh ada lagi anak Maluku Utara putus sekolah karena biaya. Kalian adalah angkatan perintis,” katanya.

Bupati Piet Hein Babua menyebut kehadiran Sekolah Rakyat sebagai sejarah baru bagi pendidikan di Halut. Menurutnya, program tersebut menjadi bukti perhatian negara terhadap pemerataan akses pendidikan.

“Jangan ragu menyekolahkan anak-anak di sini. Mereka akan dididik, dibina, dan didampingi secara menyeluruh tanpa biaya apa pun,” ujarnya.

Pembukaan MPLS turut diisi tarian adat Tide-Tide dan Cakalele, PBB, pidato tiga bahasa, bela diri, kegiatan ekstrakurikuler, dan paduan suara. Acara ditutup dengan penyematan tanda peserta didik serta peninjauan asrama.(Yan/Red) 
×
Berita Terbaru Update