Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Pembahasan Materi Acara NMIBF 2026 yang berlangsung di lantai 2 Syamantira Cafe dan Resto, Kamis pagi (3/9/2026).
Rakor tersebut digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Maluku Utara dan diikuti sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku Utara Sri Haryanti Hatari, pimpinan OPD terkait, perwakilan perbankan dan perusahaan, Ketua APINDO Maluku Utara, hingga akademisi Universitas Khairun.
Dalam arahannya, Sarbin menilai NMIBF 2026 harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi ekonomi Maluku Utara kepada calon investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Maluku Utara memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Melalui NMIBF 2026 ini, kita ingin menunjukkan bahwa kita siap menerima investasi, khususnya di sektor perikanan, kelautan, perkebunan, peternakan, dan pertanian,” ujar Wagub.
Menurut Sarbin, pelaksanaan forum investasi tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial. Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat menyiapkan konsep yang mampu menghasilkan tindak lanjut konkret berupa masuknya investasi ke Maluku Utara.
Targetkan Investasi Segera Direalisasikan
Salah satu fokus yang ditekankan Wagub adalah percepatan realisasi investasi. Pemerintah provinsi menargetkan dalam satu hingga dua bulan ke depan sudah terdapat kepastian terkait investor yang akan masuk dan menanamkan modal di Maluku Utara.
Pemprov Maluku Utara juga tengah membuka peluang kerja sama dengan sejumlah calon investor dari Tiongkok melalui fasilitasi Universitas Indonesia. Penjajakan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama investasi yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.
Selain mendatangkan investasi baru, pemerintah juga melihat investasi sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam konteks tersebut, Pemprov Maluku Utara mendorong keterlibatan sektor swasta sekaligus melakukan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pasar modal, termasuk menjajaki kemungkinan pembiayaan melalui skema obligasi daerah.
Perkuat Promosi Produk Unggulan
Sarbin juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sekaligus promosi produk unggulan daerah. Menurutnya, produk lokal yang memiliki kualitas baik akan memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar apabila didukung strategi promosi yang tepat.
“Kalau kualitasnya bagus, tanpa promosi besar pun pasti dicari pasar,” tegas Wagub.
Karena itu, ia meminta sektor-sektor unggulan Maluku Utara dipersiapkan secara serius agar mampu ditawarkan kepada investor dalam NMIBF 2026. Potensi perikanan, kelautan, perkebunan, peternakan dan pertanian dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui investasi.
Perkuat Sinergi Pemerintah
Untuk memastikan forum investasi berjalan optimal, Sarbin meminta adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota.
Menurutnya, keberhasilan menarik investor membutuhkan kesiapan lintas sektor. Seluruh perangkat daerah diminta aktif berkoordinasi sehingga berbagai kebutuhan dan informasi yang diperlukan calon investor dapat dipenuhi dengan cepat.
Ia berharap pembahasan dalam rakor tersebut menghasilkan konsep NMIBF 2026 yang jelas, terukur dan berorientasi pada hasil.
Dengan persiapan yang matang, NMIBF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi potensi Maluku Utara, tetapi mampu menghasilkan komitmen investasi baru yang pada akhirnya memperkuat PAD, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara pun menempatkan forum tersebut sebagai momentum untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam menerima investasi sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(Red)