Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa Fakultas Pertanian UNKHAIR Magang di PT Bio Agromitra Indonesia, Belajar Agronomi hingga Pemasaran Pertanian

Rabu | September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T13:33:53Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Khairun (UNKHAIR) Ternate melaksanakan kegiatan magang di PT Bio Agromitra Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai dunia kerja pertanian, mulai dari aspek teknis budidaya hingga pengembangan pasar produk pertanian.

Selama mengikuti kegiatan magang, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teoritis, tetapi terlibat langsung dalam berbagai aktivitas di lapangan. Kegiatan tersebut meliputi pengamatan kondisi tanaman, pemeliharaan tanaman hortikultura, monitoring pertumbuhan, praktik aplikasi Pupuk Hayati BIOKONVERSI, hingga dokumentasi dan pencatatan data lapangan.

Mahasiswa mendapatkan pendampingan dari tim Junior Agronomis PT Bio Agromitra Indonesia. Salah satu tugas Junior Agronomis adalah melakukan pendampingan teknis, monitoring demplot, memberikan edukasi kepada petani dan mitra, serta memastikan penerapan teknologi budidaya dan penggunaan produk dilakukan sesuai dengan prosedur yang diterapkan.

Belajar dari Demplot dan Praktik Lapangan
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai aspek teknis budidaya tanaman. Mereka belajar melakukan pengamatan terhadap kondisi tanaman dan lingkungan pertanaman, melakukan pemeliharaan, serta memahami pentingnya monitoring secara rutin.

Salah satu materi yang dipelajari adalah aplikasi Pupuk Hayati BIOKONVERSI. Mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai tata cara aplikasi, waktu pemberian, dosis, serta pentingnya mengikuti prosedur penggunaan.

Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami bahwa penerapan teknologi pertanian harus disesuaikan dengan kondisi tanaman dan kebutuhan di lapangan.

Tidak Hanya Belajar Agronomi, tetapi Juga Sales dan Pemasaran
Hal menarik lainnya dalam kegiatan magang ini adalah mahasiswa juga diperkenalkan pada aspek agribisnis dan pemasaran produk pertanian.

Mahasiswa diajarkan bagaimana melakukan pendekatan kepada toko tani, mulai dari memperkenalkan produk, menggali kebutuhan toko, menjelaskan manfaat dan cara penggunaan produk, hingga membangun hubungan dengan pemilik toko.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pembelajaran mengenai pendekatan kepada petani. Mereka belajar bagaimana melakukan kunjungan ke lahan, membangun komunikasi, menggali permasalahan yang dihadapi petani, kemudian memberikan edukasi dan menawarkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan petani.

Dengan demikian, mahasiswa mendapatkan pemahaman bahwa seorang agronomis di dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis budidaya, tetapi juga kemampuan komunikasi, membangun relasi, edukasi, pemasaran, negosiasi, dan memahami kebutuhan pasar.
Mahasiswa Perlu Memahami Dunia Kerja Secara Utuh
Purwono Budhi Rahmadi mengatakan bahwa kegiatan magang dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih luas dan tidak hanya berfokus pada teori budidaya.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami bagaimana tanaman tumbuh, tetapi juga memahami bagaimana produk pertanian sampai kepada petani. Mereka kami ajarkan bagaimana melakukan pendekatan ke toko tani, memperkenalkan produk, menggali kebutuhan toko, kemudian bagaimana melakukan pendekatan kepada petani dengan memahami terlebih dahulu masalah yang mereka hadapi. Jadi mahasiswa belajar agronomi sekaligus belajar agribisnis dan sales di lapangan,” ujar Purwono.

Ia menambahkan, pengalaman langsung di lapangan penting karena mahasiswa akan menghadapi kondisi yang berbeda dengan pembelajaran di dalam kelas.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik budidaya, monitoring tanaman, aplikasi pupuk hayati, serta memahami bagaimana seorang agronomis melakukan pendampingan di lapangan. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika nantinya masuk ke dunia kerja,” tambahnya.

Petani Dorong Magang Berlangsung Lebih Panjang
Kehadiran mahasiswa di lapangan juga mendapatkan respons positif dari petani mitra. Bapak Abjan, petani di Facei, menilai bahwa mahasiswa akan memperoleh pengalaman yang lebih banyak apabila kegiatan magang dilakukan dalam waktu yang cukup panjang.
“Kalau hanya satu atau dua minggu, mahasiswa baru melihat kondisi kebun. Kalau bisa dua sampai tiga bulan, mereka bisa benar-benar mengikuti perkembangan tanaman dan melihat sendiri perubahan yang terjadi. Mereka juga bisa belajar bagaimana petani menghadapi kondisi di lapangan, merawat tanaman, menggunakan pupuk, dan menyelesaikan masalah yang muncul,” ujar Abjan.

Menurutnya, durasi yang lebih panjang memungkinkan mahasiswa mengikuti proses budidaya secara lebih utuh dan tidak hanya datang untuk melakukan pengamatan sesaat.

Interaksi tersebut juga menciptakan proses pertukaran pengetahuan. Mahasiswa membawa pengetahuan akademik dari kampus, sementara petani memberikan pengalaman praktis yang diperoleh dari kegiatan bertani sehari-hari.

Membangun Pengalaman dari Kampus hingga Pasar
Melalui kegiatan magang di PT Bio Agromitra Indonesia, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang mencakup berbagai tahapan pekerjaan seorang agronomis, mulai dari:

Budidaya → Demplot → Aplikasi Pupuk Hayati → Monitoring → Pengumpulan Data → Edukasi Petani → Pendekatan Toko Tani → Sales → Pengembangan Pasar.

Model pembelajaran seperti ini memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai hubungan antara teknologi pertanian, petani, pasar, dan dunia usaha.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan petani dalam pengembangan sektor pertanian di Maluku Utara.

Ke depan, pola magang seperti ini dapat dikembangkan menjadi kegiatan berbasis proyek dengan durasi yang lebih panjang, sehingga mahasiswa dapat mengikuti satu kegiatan atau demplot secara lebih lengkap, menghasilkan data lapangan, melakukan evaluasi, serta menyusun rekomendasi berdasarkan hasil pengamatan.

Bagi PT Bio Agromitra Indonesia, keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mempersiapkan sumber daya manusia pertanian yang memiliki kemampuan teknis sekaligus kemampuan agribisnis.

Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya siap menjadi tenaga teknis pertanian, tetapi juga mampu menjadi Junior Agronomis, pendamping petani, pengembang pasar, maupun tenaga profesional yang mampu menjembatani teknologi pertanian dengan kebutuhan petani.

Dari kampus ke kebun, dari kebun ke pasar - membangun generasi agronomis yang memahami teknologi, petani, dan dunia usaha.(Red)
×
Berita Terbaru Update