Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Hampir Sebulan Hilang di Laut, Nelayan Batang Dua Ditemukan Selamat di Samudra Pasifik

Minggu | Agustus 02, 2026 WIB Last Updated 2026-08-02T14:51:59Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com – Setelah hampir satu bulan dinyatakan hilang saat melaut, Esau Sidemo (57), nelayan asal Desa Bido, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di tengah Samudra Pasifik. Korban berhasil bertahan hidup hingga dievakuasi oleh awak kapal kargo LNG Endeavour berbendera Prancis yang melintas di lokasi penemuannya.

Esau dilaporkan hilang sejak 7 Juli 2026 setelah pergi melaut menggunakan perahu kecil. Sejak saat itu, berbagai upaya pencarian dilakukan, namun keberadaannya belum diketahui hingga akhirnya kabar menggembirakan datang dari awak kapal asing yang menemukan korban di tengah lautan.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan informasi mengenai penemuan korban pertama kali diterima Basarnas melalui Command Center Kantor SAR Ternate pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIT. Laporan tersebut disampaikan oleh anggota DPRD Daerah Pemilihan Batang Dua.

"Setelah menerima laporan, pihak kami segera menghubungi keluarga korban di Batang Dua untuk mendapatkan kontak kru kapal. Kami langsung berkoordinasi dengan pihak LNG Endeavour dan mengonfirmasi bahwa korban ditemukan secara visual pada Sabtu (1/8/2026) pukul 17.23 LT (GMT+9) di koordinat 07°33.5′ N / 138°59.7′ E Samudra Pasifik," ujar Iwan.

Iwan menjelaskan, perahu kecil yang digunakan Esau tidak terdeteksi oleh radar maupun sistem navigasi kapal. Penyelamatan tersebut murni terjadi berkat kejelian salah seorang awak kapal yang melihat keberadaan korban di tengah luasnya Samudra Pasifik.

Mengetahui ada seseorang yang terombang-ambing di laut, nahkoda kapal langsung mengubah haluan untuk melakukan proses penyelamatan. Saat hendak dievakuasi, Esau sempat melompat ke laut. Awak kapal kemudian dengan sigap melemparkan pelampung penyelamat yang berhasil diraih korban sebelum akhirnya dinaikkan ke atas kapal melalui gangway.

"Korban dievakuasi ke atas kapal melalui gangway dalam keadaan lelah dan lemas. Tim di kapal langsung memberikan pertolongan pertama dan merawatnya di rumah sakit kapal berdasarkan instruksi medis jarak jauh dari dokter di Prancis," jelasnya.

Saat ini kondisi Esau dilaporkan berangsur membaik dan masih menjalani pemulihan di kabin kapal. Sementara itu, LNG Endeavour melanjutkan pelayaran menuju Terminal LNG Yangshan, Shanghai, Tiongkok, dengan estimasi tiba pada 7 atau 8 Agustus 2026.

Untuk proses pemulangan korban, Basarnas Command Center telah meminta pihak kapal agar berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai guna mengurus proses repatriasi Esau ke Indonesia.

"Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Nahkoda serta seluruh kru Kapal LNG Endeavour atas aksi kemanusiaan dan perawatan baik yang diberikan kepada warga kami. Basarnas akan terus memantau perkembangan korban hingga proses pemulangan kembali ke keluarganya di Batang Dua selesai," tutup Iwan.

Penemuan Esau mengakhiri penantian panjang keluarga dan masyarakat Desa Bido, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, yang selama hampir sebulan terus berharap akan keselamatannya. Basarnas memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak kapal, KBRI, dan KJRI di Shanghai hingga seluruh proses repatriasi selesai, sehingga Esau dapat segera kembali ke Tanah Air dan berkumpul bersama keluarganya. (Id/Red)
×
Berita Terbaru Update