![]() |
| Yosafat Kotalaha, (Sekretaris GAMKI Halut) |
TOBELO, DETIKMALUT.com - Hubungan NHM dan masyarakat lingkar tambang telah berlangsung dalam perjalanan panjang, dengan berbagai kontribusi, interaksi, dan tantangan. Karena itu, ketika muncul persoalan mengenai tuntutan pembayaran vendor, pelaksanaan PPM, hingga tunggakan gaji, persoalan tersebut perlu dilihat secara utuh dan kepala dingin, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat maupun kondisi perusahaan.
Sebagai bagian dari organisasi kepemudaan yang tumbuh bersama masyarakat, Sekretaris GAMKI Halut, Yosafat Kotalaha, tentu berharap masyarakat semakin sejahtera dan daerah terus berkembang. Karena itu, berbagai kontribusi NHM melalui program PPM di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, infrastruktur, dan sosial juga patut diapresiasi.
“Berbagai persoalan yang ada tentu harus tetap dikritisi dan diselesaikan. Namun, kita juga tidak boleh menutup mata terhadap kontribusi NHM yang selama ini dirasakan masyarakat. Keduanya harus kita lihat secara proporsional,” katanya Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurutnya berbagai kontribusi tersebut bukan berarti menghapus persoalan yang masih ada. Namun, upaya NHM untuk tetap hadir di tengah masyarakat, terutama dalam proses pemulihan dan menjaga keberlangsungan perusahaan, merupakan hal yang perlu dihargai. Penyelesaian berbagai persoalan tentu membutuhkan waktu, komunikasi, dan dukungan dari berbagai pihak.
Di sisi lain, masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, termasuk terkait pembayaran, PPM, maupun hak-hak yang belum terselesaikan. Kritik dan tuntutan merupakan bagian dari proses perbaikan, tetapi akan lebih baik jika disampaikan dengan tetap membuka ruang dialog dan menjaga kondusivitas daerah.
“Kita tidak boleh menutup ruang bagi masyarakat untuk bersuara. Tetapi mari kita pastikan aspirasi itu disampaikan dengan cara yang baik dan konstruktif, sehingga tujuan akhirnya adalah penyelesaian, bukan semakin memperlebar persoalan,” ungkapnya.
Sekretaris GAMKI menyatakan persoalan yang ada melibatkan banyak kepentingan. Masyarakat membutuhkan keberlanjutan program, pekerja menunggu kepastian hak, vendor membutuhkan penyelesaian kewajiban, sementara perusahaan juga perlu menjaga keberlangsungan operasionalnya. Karena itu, seluruh pihak perlu melihat persoalan secara proporsional dan tidak saling mempertentangkan.
Sebagai bagian dari organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, Sekretaris GAMKI Halut ini memilih posisi yang konstruktif: tetap kritis terhadap hal yang perlu diperbaiki, namun tetap menghargai kontribusi yang telah diberikan. Apresiasi terhadap NHM bukan berarti mengabaikan aspirasi masyarakat, sebagaimana kritik terhadap perusahaan juga bukan berarti menafikan seluruh kontribusinya.
Pada akhirnya, yang diharapkan bukan siapa yang menang atau kalah, melainkan NHM yang semakin baik, masyarakat yang semakin sejahtera, hak-hak yang dapat diselesaikan, serta hubungan perusahaan dan masyarakat yang tetap terjaga. Untuk mencapainya, dibutuhkan keberanian untuk bersuara sekaligus kebijaksanaan untuk mendengar dan mencari jalan keluar bersama. (Yan/Red)
