Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Serap Masukan Masyarakat, RSUD Chasan Boesoirie Fokus Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis | Juli 02, 2026 WIB Last Updated 2026-07-02T06:59:10Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Komitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terus diperkuat RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Provinsi Maluku Utara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka ruang dialog bersama masyarakat melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di aula rumah sakit, Kamis (2/7/2026).

Forum tersebut menjadi sarana bagi manajemen rumah sakit untuk mendengarkan secara langsung berbagai masukan dari masyarakat, akademisi, mitra kerja, hingga organisasi masyarakat sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., mengatakan Forum Konsultasi Publik merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam membangun pelayanan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

"Kami ingin setiap masukan menjadi dasar perbaikan layanan. Pelayanan yang baik lahir dari komunikasi yang terbuka dengan masyarakat," kata Rosita.

Ia menjelaskan, berbagai langkah pembenahan terus dilakukan, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, pengembangan layanan berbasis digital, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Meski demikian, sejumlah persoalan yang masih dirasakan masyarakat tetap menjadi perhatian dan akan diselesaikan secara bertahap.

Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan berbagai masukan, di antaranya terkait keberadaan parkir liar, aspek keamanan di lingkungan rumah sakit, serta lamanya waktu tunggu pada layanan poliklinik, Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan instalasi farmasi. Selain itu, muncul usulan agar tersedia depo obat di setiap unit pelayanan sehingga proses pengambilan obat dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Menanggapi persoalan parkir, Rosita mengungkapkan bahwa pembangunan area parkir yang lebih representatif direncanakan mulai tahun depan. Adapun pada tahun ini, pihak rumah sakit akan memprioritaskan penataan arus kendaraan di kawasan depan rumah sakit.

"Tahun ini kami fokus menata arus lalu lintas dengan sistem satu jalur dan menertibkan parkir liar agar akses masuk rumah sakit lebih tertib," ujarnya.

Untuk meningkatkan keamanan, RSUD saat ini masih mendapat dukungan personel Satpol PP. Ke depan, manajemen berencana menambah tenaga keamanan profesional guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien maupun pengunjung.

Sementara itu, terkait antrean pelayanan, Rosita menjelaskan bahwa rumah sakit telah menerapkan sistem pendaftaran digital melalui aplikasi Mobile JKN serta menyediakan kios mandiri untuk pencetakan Surat Eligibilitas Peserta (SEP). Menurutnya, sistem tersebut masih perlu dioptimalkan melalui sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat.

"Sistem antrean sudah berbasis online. Tantangannya sekarang adalah memastikan masyarakat memahami cara menggunakannya," katanya.

Dalam upaya mengurangi kepadatan pasien di Instalasi Gawat Darurat, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie juga akan memulai proyek perluasan ruang IGD pada bulan ini.

"Perluasan IGD segera dimulai agar pelayanan lebih nyaman dan tidak terjadi penumpukan pasien," ujar Rosita.

Selain dari masyarakat, sejumlah akademisi turut memberikan masukan mengenai pentingnya peningkatan kapasitas pelayanan, pengelolaan waktu tunggu yang lebih efektif, serta penguatan budaya pelayanan yang mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pasien.

Rosita memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan langkah-langkah perbaikan pelayanan di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie.

"Seluruh masukan akan kami jadikan pijakan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan sesuai harapan masyarakat Maluku Utara," tuturnya.

Forum Konsultasi Publik tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan pasien, organisasi masyarakat sipil, akademisi dari Universitas Khairun, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, dan Poltekkes Kemenkes Ternate, BPJS Kesehatan Cabang Ternate, PT Kimia Farma Ternate, Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Maluku Utara, Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, serta sejumlah pimpinan media massa lokal.(Id)

×
Berita Terbaru Update