Oleh: Rosita Dosen Fakultas Pertanian, Jurusan Kehutanan
USAHA MIKRO, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak utama perekonomian Kota Ternate. Sektor ini berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Kota Ternate memiliki beragam UMKM yang bergerak di bidang kuliner, pengolahan hasil perikanan, rempah-rempah, kerajinan, fesyen, hingga industri rumah tangga. Keberagaman tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat ekonomi daerah apabila didukung dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ternate, sektor perdagangan, jasa, dan industri kecil masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat. Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate terus melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM melalui berbagai program pengembangan usaha, legalisasi usaha, pelatihan, dan pendampingan. Selain itu, data pemerintah melalui sistem OSS menunjukkan bahwa jumlah UMKM yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) di Kota Ternate terus meningkat setiap tahunnya, mencerminkan semakin tingginya kesadaran pelaku usaha terhadap legalitas bisnis.
Meskipun demikian, sebagian besar UMKM di Kota Ternate masih menghadapi berbagai kendala dalam mengembangkan usahanya. Permasalahan yang sering ditemui antara lain keterbatasan akses pemasaran, rendahnya kemampuan digital marketing, pengemasan produk yang kurang menarik, pencatatan keuangan yang belum tertib, serta minimnya inovasi produk. Kondisi tersebut menyebabkan banyak UMKM sulit bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema "Cara Cerdas UMKM Kota Ternate Naik Kelas Lebih Cepat", perguruan tinggi berupaya memberikan solusi nyata melalui kegiatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara profesional dengan memanfaatkan teknologi digital dan strategi pemasaran yang lebih efektif.
Materi pertama yang diberikan adalah penguatan pola pikir kewirausahaan. Peserta diajak memahami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh kemampuan berinovasi, membaca peluang pasar, dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Selanjutnya, peserta memperoleh pelatihan mengenai penguatan merek (branding), mulai dari pembuatan logo, desain kemasan, hingga penyusunan identitas produk yang mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.
Selain itu, peserta mendapatkan pelatihan pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace. Pelaku UMKM diajarkan membuat konten promosi yang menarik, mengambil foto produk menggunakan telepon pintar, memanfaatkan fitur pemasaran digital, serta membangun komunikasi yang efektif dengan pelanggan. Strategi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke luar wilayah Maluku Utara.
Aspek pengelolaan keuangan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan pengabdian. Peserta diberikan pelatihan mengenai pencatatan keuangan sederhana, penyusunan laporan laba-rugi, pengelolaan arus kas, serta pemisahan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Dengan administrasi yang baik, pelaku UMKM dapat mengetahui perkembangan usahanya dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan.
Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan UMKM Kota Ternate mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing, memperluas akses pasar, dan memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang lebih profesional. Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, UMKM Kota Ternate memiliki peluang besar untuk naik kelas lebih cepat sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini juga mendukung terwujudnya ekosistem kewirausahaan yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing di era ekonomi digital.(*)

