![]() |
TERNATE, DETIKMALUT.com - Di tengah maraknya modus peredaran narkoba, salah satu titik krusial yang menjadi perhatian BNNP Malut adalah jalur jasa pengiriman. Narkoba yang terus masuk melalui jalur jasa pengiriman, khususnya di Kota Ternate, membuat BNNP Maluku Utara bergerak dengan melibatkan perusahaan jasa pengiriman yang selama ini dianggap “rentan” dalam rapat koordinasi pada Rabu, 6 Mei 2026.
Usai mendengar arahan Plt. Kepala BNNP Malut, Kombes Pol. Taryono Raharja, seluruh perwakilan jasa pengiriman menandatangani pernyataan komitmen yang berisi kesiapan mendukung P4GN, menolak narkoba masuk ke lingkungan kerja, serta siap menerima konsekuensi hukum jika melanggar.
Komitmen ini ditindaklanjuti oleh perwakilan peserta jasa pengiriman yang hadir dari JNT, PT Pos Indonesia, HMex, Mex Berlian Dirgantara, AnterAja, SPX, Cargo Nusantara, dan JNE dengan melakukan tes urine yang dipimpin Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Drs. Hairuddin Umaternate. Hasilnya, sebanyak 12 orang dinyatakan negatif.
Hal ini mendapat apresiasi dari Kombes Taryono yang berharap komitmen tersebut akan ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara jasa pengiriman dan BNNP Malut.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan modus operandi peredaran narkoba melalui jasa pengiriman dapat dihalau.(Yan)


