![]() |
TERNATE, DETIKMALUT.com -Perkembangan kondisi PW (36), korban dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan oknum anggota Brimob Polda Maluku Utara, terus mendapat perhatian luas. Setelah sebelumnya menjalani operasi akibat luka berat di bagian kepala dan dada, korban kini mendapat perhatian langsung dari Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, yang datang menjenguk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate.
Di tengah agenda pemerintahan yang padat, Sarbin menyempatkan diri memantau langsung kondisi korban yang saat itu masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU, pada Sabtu (28/3/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap penanganan medis korban, sekaligus memastikan pelayanan rumah sakit berjalan optimal.
Setibanya di RSUD Chasan Boesoirie, Wakil Gubernur disambut langsung oleh Direktur Utama RSUD Chasan Boesoirie, dr. Alwia Assagaf, Wakil Direktur Rosita Alkatiri, serta tim dokter dan perawat yang menangani korban.
“Kedatangan saya untuk melihat kondisi pasien khususnya yang mengalami KDRT kemarin, sekaligus menyapa rekan-rekan dokter dan perawat atas pelayanan yang diberikan,” ucap Sarbin.
Dalam kesempatan itu, Sarbin menegaskan bahwa seluruh pasien yang menjalani perawatan di RSUD Chasan Boesoirie harus mendapatkan pelayanan terbaik tanpa terkecuali. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen rumah sakit beserta tenaga medis yang dinilai telah memberikan penanganan maksimal terhadap korban.
“Mudah-mudahan cobaan yang dialami ini dapat dilewati dengan baik. Semoga kita lebih sabar dan terus berdoa, Insyaallah cepat diberikan kesembuhan,”
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Chasan Boesoirie, dr. Alwia Assagaf, menjelaskan bahwa sejak korban pertama kali masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), pihak rumah sakit telah memberikan perhatian khusus sesuai prosedur medis yang berlaku. Penanganan intensif dilakukan karena korban mengalami luka cukup serius dan memerlukan tindakan operasi pada beberapa bagian tubuh.
Menurut Alwia, korban tidak hanya menjalani operasi pada bagian kepala, tetapi juga mendapat tindakan medis pada bagian dada, khususnya paru-paru, sesuai hasil pemeriksaan dokter.
“Hari ini pasien berada di ICU dan kondisinya Alhamdulillah sudah stabil dan sudah siap nanti untuk pindah ke ruang perawatan biasa (paviliun),” ujar Alwia.
Ia juga menegaskan kepada pihak keluarga bahwa rumah sakit telah berupaya memberikan penanganan terbaik sejak awal. Menurutnya, komitmen pelayanan maksimal tersebut bukan hanya diberikan kepada korban kasus ini, tetapi berlaku bagi seluruh pasien yang membutuhkan perawatan di RSUD Chasan Boesoirie.
Selain menjenguk korban KDRT, Sarbin Sehe turut meninjau sejumlah pasien lain yang sedang dirawat di ruang ICU. Kunjungan itu sekaligus menjadi bagian dari pemantauan langsung terhadap kualitas layanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut.
Kehadiran Wakil Gubernur di tengah penanganan kasus ini menambah perhatian publik terhadap kondisi korban, yang sebelumnya sempat kritis usai diduga menjadi korban penganiayaan oleh suaminya sendiri, seorang anggota Brimob. Dalam rangkaian pemberitaan sebelumnya, korban diketahui mengalami pendarahan di kepala, retak tengkorak, hingga patah hidung, sebelum akhirnya menjalani operasi dan dirawat intensif.
Kini, dengan kondisi yang mulai stabil dan rencana pemindahan dari ICU ke ruang perawatan biasa, keluarga korban dan masyarakat tentu berharap proses pemulihan dapat berjalan baik. Di sisi lain, publik juga terus menantikan agar proses hukum terhadap terduga pelaku berjalan transparan dan tegas, seiring perhatian pemerintah yang mulai turun langsung ke lapangan.(Red)*


