Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Kapolres Halut Pimpin Pengamanan Bentrokan Warga Desa Kira dan Duma, Lakukan Penyisiran Hingga Pagi Hari

Selasa | Maret 31, 2026 WIB Last Updated 2026-03-31T11:19:56Z
iklan
TOBELO, DETIKMALUT.com - Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu memimpin langsung pengamanan bentrokan antarwarga Desa Kira dan Duma yang terjadi di Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Selasa (31/03/2026).

Dalam pengamanan tersebut, Kapolres Halut bersama Dandim 1508 Tobelo Letkol Inf Alex Donald M.L. Gaol, S.E., M., serta melibatkan personel gabungan TNI–Polri guna mencegah meluasnya konflik dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Sekitar pukul 00.50 WIT, Kapolres langsung melakukan apel pengecekan personel. Setelah itu, Kapolres membagi personel dan memerintahkan dilakukan penyisiran di kedua desa terhadap warga yang masih berkeliaran di luar rumah.

Dalam kegiatan penyisiran tersebut, ditemukan dua warga Desa Kira yang masih berkeliaran di sekitar TKP sambil membawa sajam (parang). Kedua warga tersebut kemudian diamankan di Pos Pam Desa Duma untuk dimintai keterangan.

Dilanjutkan patroli dan penyisiran pada pukul 04.15 WIT, anggota gabungan TNI–Polri yang dipimpin oleh Kapolres Halut kembali melaksanakan penyisiran terhadap masyarakat Desa Kira dan Desa Duma yang masih berada di luar rumah. Situasi terpantau aman dan terkendali.

Pukul 07.10 WIT, Kapolres mengambil apel pagi dan memberikan arahan kepada peserta apel untuk melaksanakan penyisiran di rumah warga yang memiliki senapan angin dan katapel.

Kapolres Halut melalui Kasi Humas Polres Halut IPTU Hopni Saribu pada Selasa (31/03/2026) menjelaskan bahwa aparat keamanan dikerahkan secara maksimal untuk mengendalikan situasi di lokasi konflik.

“Pengamanan dilakukan untuk mencegah eskalasi kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Personel gabungan disiagakan di sejumlah titik rawan serta melaksanakan patroli guna memantau pergerakan massa,” ujar Hopni.

Ia menambahkan, selain pengamanan terbuka dan tertutup, aparat juga melakukan langkah-langkah penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab bentrokan, sekaligus mendukung upaya rekonsiliasi melalui pendekatan persuasif bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.

“Pendekatan yang kami lakukan tetap mengedepankan cara-cara humanis dan tidak represif, agar situasi dapat segera dikendalikan dan masyarakat kembali beraktivitas dengan aman,” jelasnya.

Dalam pengamanan tersebut, sebanyak 200 lebih personel gabungan dikerahkan, terdiri dari personel Polri, TNI, dan Brimob Pelopor Batalyon C Tobelo. Personel ditempatkan pada beberapa titik guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Hingga saat ini, situasi di Desa Kira dan Duma dilaporkan berangsur kondusif. Sementara itu, pada Pos Pengamanan perbatasan kedua desa masih disiagakan satu peleton anggota BKO Samapta Polda Maluku Utara untuk memastikan tidak terjadi bentrokan susulan.(Yan)*
×
Berita Terbaru Update