![]() |
SOFIFI, DETIKMALUT.com - Mengawali tahun 2026, Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda langsung menyiapkan sejumlah agenda strategis. Program-program tersebut diarahkan pada pembenahan data sosial, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta percepatan pembangunan infrastruktur jalan di seluruh kabupaten dan kota.
Sherly menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan perdana Pemprov Maluku Utara di tahun 2026 akan dimulai pada 5 Januari dengan pelaksanaan apel bersama. Di hari yang sama, Pemprov juga akan mengikuti Perayaan Natal Nasional secara daring yang dipusatkan di Jakarta dan terhubung dengan sepuluh titik di daerah, termasuk di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat.
“Secara nasional di Jakarta, tetapi ada 10 titik yang terhubung daring, salah satunya di Jailolo,” ujar Sherly saat Open House Tahun Baru 2026.
Sehari setelahnya, Pemprov Maluku Utara dijadwalkan meluncurkan program pemutakhiran data sosial bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dipusatkan di Tedeng, Kabupaten Halmahera Barat, dan direncanakan dihadiri pejabat BPS pusat.
Menurut Sherly, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi kunci agar seluruh program bantuan pemerintah dapat disalurkan secara tepat sasaran, mulai dari bantuan perumahan, bantuan langsung tunai (BLT), beasiswa pendidikan, hingga Program Keluarga Harapan (PKH).
“Data 1.345 itu harus benar supaya ke depan semua pertolongan tidak salah alamat,” katanya.
Pada 7 Januari 2026, Pemprov Maluku Utara juga akan menandatangani nota kesepahaman dengan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Penandatanganan tersebut sekaligus menjadi momentum sosialisasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang direncanakan dihadiri oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum.
Memasuki pertengahan Januari hingga setelah tanggal 20, Pemprov Maluku Utara menargetkan sejumlah agenda berskala nasional, termasuk peresmian lembaga pelatihan vokasi di Supaipi. Pada kesempatan itu, Pemprov juga akan menerima bantuan alat berat berupa ekskavator dari United Tractors guna mendukung pelatihan serta pembangunan infrastruktur.
Di sektor pendidikan, Sherly menegaskan program pendidikan gratis tetap berjalan dengan fokus pada peningkatan kualitas. Pemprov Maluku Utara menggandeng sejumlah mitra swasta, di antaranya Microsoft, Acer, dan Sampoerna Foundation.
“Sekarang fokus kita kualitas. SPN yang sebelumnya peringkat 48, targetnya bisa masuk 10 besar,” ujarnya.
Sementara di sektor kesehatan, layanan kesehatan gratis tetap dilanjutkan dengan penekanan pada peningkatan mutu pelayanan bagi masyarakat.
Untuk infrastruktur, Sherly memastikan seluruh kabupaten dan kota mendapat perhatian. Pada 2026, Pemprov Maluku Utara menargetkan pembangunan dan pembukaan jalan sepanjang 10 hingga 20 kilometer. Salah satu ruas yang akan dibuka yakni Ekor–SP4 dengan panjang sekitar 29 kilometer.
Sejumlah ruas jalan yang telah masuk tahap kontrak pada Januari 2026 antara lain Leloda, Trans Kieraha, Dehepodo–Payahe, Dehepodo–Saketa, Sula, Obi, hingga Bacan Timur. Pengerjaan fisik direncanakan mulai pertengahan Januari.
“Harapannya sebelum 15 Maret, jalan-jalan itu sudah bisa dilewati,” kata Sherly.
Selain itu, terkait relokasi Desa Sidangoli Dehe di Kabupaten Halmahera Barat, Sherly memastikan peletakan batu pertama akan dilakukan pada 6 Januari 2026 jika tidak ada kendala. Program mudik gratis dan pendidikan gratis juga dipastikan tetap berjalan, dengan ketentuan sekolah swasta bersifat sukarela.
Dengan agenda awal tahun yang padat dan terukur, Pemprov Maluku Utara menegaskan komitmennya menjadikan 2026 sebagai tahun percepatan pembangunan yang lebih terarah, merata, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Moloku Kie Raha.(*)


