Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

RSUD Chasan Boesoirie Jadi Pilar Strategis Pendirian FKG UMMU Lewat Penandatanganan MoU

Rabu | September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T08:16:52Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Chasan Boesoirie resmi mengukuhkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi kesehatan di Maluku Utara melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU).

Kerja sama ini menempatkan RSUD Chasan Boesoirie sebagai rumah sakit pendidikan utama yang mendukung pendirian Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UMMU, sekaligus memperkuat sinergi Catur Dharma Perguruan Tinggi di wilayah ini.

Penandatanganan nota kesepahaman bernomor 005.31/3638/RSUDChB/IX/2026 tersebut berlangsung di Ruang Rapat Senat lt. 2 Gedung Rektorat UMMU, Rabu (9/9/2026).

Acara ditandai dengan pertukaran plakat antara Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., dan Rektor UMMU Prof. Dr. Ranita Rope, S.P., M.Sc.

Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan respons strategis terhadap tantangan layanan kesehatan modern yang semakin kompleks.

Ia menekankan bahwa rumah sakit tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan akademisi untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas SDM.

“RSUD membutuhkan perguruan tinggi sebagai mitra riset, inovasi, dan peningkatan kualitas SDM. Sebaliknya, kampus memerlukan rumah sakit sebagai wahana praktik nyata,” ujar dr. Rosita.

Ia menambahkan bahwa meski kedua institusi memiliki kekuatan berbeda, tujuannya tetap satu, yakni membangun manusia berkualitas dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Untuk itu, Direktur Rosita berharap kesepakatan ini segera ditindaklanjuti dengan program konkret yang dampaknya langsung terasa oleh publik, bukan hanya berhenti di atas kertas.

Sebagai rumah sakit rujukan utama dan terakreditasi, RSUD Chasan Boesoirie siap menyediakan fasilitas dan tenaga ahli untuk memenuhi standar pendidikan kedokteran gigi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Rektor UMMU Prof. Ranita Rope mengapresiasi dukungan penuh dari RSUD Chasan Boesoirie.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi prasyarat mutlak untuk pengajuan FKG ke Kemenkes, mengingat proses saat ini telah memasuki tahap menunggu jadwal visitasi.

“RSUD Chasan Boesoirie sebagai rumah sakit rujukan utama dan terakreditasi adalah pilihan tepat,” ucapnya.

Kerja sama ini mencakup empat pilar Catur Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Lingkupnya juga meliputi optimalisasi pendayagunaan sumber daya manusia dan fasilitas kedua belah pihak untuk menciptakan ekosistem pendidikan kesehatan yang matang di Maluku Utara.

Diketahui, acara penandatanganan dihadiri sejumlah pejabat kunci dari kedua institusi.

Dari jajaran RSUD Chasan Boesoirie hadir Wakil Direktur Bidang Pendidikan dan Pengembangan drg. Iwan Wirasatyawan, Kabid Humas Rizka, S.H., Kasie Hukum dan Kemitraan Anarti Fatmawati, SKM., MH, Kasie Humas Susy Tjeng, Kasubag Perencanaan Penyusunan Program dan Anggaran Aburijal, S.P., M.M.A., serta Plh. Kepala Seksi Pelayanan Medik Rawat Inap/Khusus dr. Nurul Fitrah.

Sementara dari pihak UMMU turut hadir jajaran pimpinan universitas termasuk Wakil Rektor I Dr. Abdurrahman Kader, M.Si., Wakil Rektor II Dr. Nani Supriyatni, SKM., M.Kes., Wakil Rektor III Dr. Aji Deni, M.Si., dan Wakil Rektor IV Dr. Adi F. Mahmud, S.Pd., M.Pd.

Dengan adanya MoU ini, RSUD Chasan Boesoirie berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak dokter gigi yang kompeten dan berintegritas, serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan daerah melalui integrasi Catur Dharma Perguruan Tinggi dan layanan klinis rumah sakit. (Id/Red)
×
Berita Terbaru Update