Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Ternate Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Pemkab Blitar

Jumat | September 04, 2026 WIB Last Updated 2026-09-04T04:24:33Z
iklan
BLITAR, DETIKMALUT.com - Pemerintah Kota Ternate menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blitar untuk memperkuat ketahanan pangan, khususnya menjamin ketersediaan pasokan telur bagi masyarakat Ternate.

Penjajakan tersebut dilakukan dalam kunjungan kerja di Blitar, Kamis (3/9/2026), dengan fasilitasi Bank Indonesia. Blitar dipilih karena memiliki sektor peternakan ayam petelur yang berkembang dan kapasitas produksi telur yang besar.

Sekda Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM., mengatakan kerja sama dengan daerah penghasil menjadi penting karena Ternate sebagai daerah kepulauan masih memiliki keterbatasan produksi pangan.

"Karena Ternate merupakan daerah kepulauan dengan keterbatasan produksi pangan, kita perlu membangun hubungan langsung dengan daerah yang memiliki kapasitas produksi. Yang kita cari bukan sekadar sumber pembelian telur, tetapi bagaimana pasokan itu bisa terjamin secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kedua daerah," kata Sekda.

Menurutnya, kerja sama tidak hanya diarahkan pada transaksi jual beli telur, tetapi juga dapat mencakup produksi, distribusi, kemitraan usaha, peningkatan kapasitas peternak hingga pertukaran pengetahuan dan teknologi.

"Kalau ini bisa kita bangun dalam satu ekosistem, manfaatnya akan lebih luas. Blitar memiliki kepastian pasar bagi hasil produksinya, sedangkan Ternate memperoleh kepastian pasokan. Jadi kerja samanya tidak berhenti pada transaksi, tetapi bagaimana hubungan antara produsen dan pasar ini dapat berjalan terus," ujarnya.

Dari sisi Blitar, Sekda Kabupaten Blitar Khusna Lindarti, S.Sos., M.Si., menyambut positif peluang tersebut. Menurutnya, akses pasar ke Ternate dapat membuka pemasaran yang lebih luas bagi hasil produksi peternak.

"Kami melihat ada peluang yang baik dari pertemuan ini. Blitar mempunyai kapasitas produksi telur yang besar, sehingga terbukanya akses pasar ke Ternate tentu menjadi peluang untuk memperluas pemasaran sekaligus memberikan nilai tambah bagi para peternak," ungkap Sekda Blitar.

Pembahasan selanjutnya akan diarahkan pada kebutuhan dan volume pasokan Ternate, kapasitas produksi Blitar, standar kualitas, harga, biaya logistik, mekanisme pengiriman hingga keberlanjutan pasokan.

"Kami ingin penjajakan ini dapat dilanjutkan dalam pembahasan yang lebih teknis bersama perangkat daerah dan pelaku usaha. Setelah itu, yang harus dibangun adalah bentuk kerja sama yang jelas, berjalan secara berkelanjutan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi kedua daerah," katanya.

Sekda Kota Ternate berharap penjajakan ini segera ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret sehingga rantai pasok telur dari Blitar ke Ternate dapat terbentuk dan ikut mendukung pengendalian inflasi serta ketahanan pangan daerah.

"Kita ingin apa yang dibicarakan hari ini bisa diterjemahkan menjadi kerja sama yang nyata, termasuk adanya kepastian volume, mekanisme distribusi dan transaksi. Harapannya, rantai pasok dari Blitar ke Ternate benar-benar bisa terbentuk dan memberikan manfaat langsung, baik bagi peternak maupun masyarakat," pungkasnya.(Red)
×
Berita Terbaru Update