![]() |
TOBELO, DETIKMALUT.com - Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Bertempat di Lemhannas dan Hotel St. Regis Jakarta. Dijadwalkan 2-12 September 2026, Sabtu (5/9/2026).
Program strategis ini dirancang khusus untuk memantapkan visi nasional serta kapasitas manajerial para kepala daerah dalam memimpin wilayah masing-masing. Bupati Piet Hein Babua menjadi bagian dari 29 kepala daerah di Indonesia yang terpilih untuk mengikuti kursus intensif ini.
Selain Halmahera Utara, wilayah Maluku Utara juga diwakili oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba. Keikutsertaan para pemimpin daerah dari Maluku Utara ini dinilai krusial guna memperkuat sinergi pembangunan lokal dengan arah kebijakan makro pemerintah pusat.
Melalui program KPPD ini, para peserta dibekali dengan penguatan wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, kepemimpinan strategis, hingga integritas kepemimpinan.
Lemhannas RI berkomitmen mencetak pemimpin daerah berkarakter negarawan yang mampu berpikir komprehensif, holistik, serta berorientasi penuh pada kepentingan bangsa dan negara.
Keikutsertaan Bupati Piet Hein Babua dalam kedinasan ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi kemajuan tata kelola pemerintahan di Halmahera Utara. Ilmu dan wawasan strategis yang diperoleh selama kursus diproyeksikan dapat diimplementasikan untuk mengoptimalkan potensi daerah serta memperkokoh pembangunan wilayah demi kesejahteraan masyarakat Halut.
Pada pembukaan acara, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) III Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya kepemimpinan holistik bagi para kepala daerah. Ia mengingatkan agar para pimpinan tidak terjebak dalam ego sektoral demi menjaga ketahanan nasional yang saling berkesinambungan.
"Diharapkan peserta mampu mewujudkan gagasan perubahan menjadi kebijakan nyata, bukan sekadar memperoleh sertifikat," tegas Wamendagri.
Plt. Kepala BPSDM Kemendagri Andi Ony menambahkan bahwa KPPD bertujuan mencetak pemimpin visioner dan mewajibkan peserta menyusun rencana aksi strategis daerah.
Sedangkan penguatan integritas dan karakter beretika juga ditekankan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto yang menyampaikan bahwa integritas harus diperkuat untuk menjadi salah satu fondasi penting membangun ketahanan dan kemandirian daerah.
Ketua KPK menjelaskan bahwa pendekatan multidisiplin berperspektif ketahanan nasional diperlukan agar kepemimpinan daerah mampu menghadapi berbagai tantangan, sekaligus memastikan setiap kebijakan tetap berpijak pada kepentingan masyarakat serta berintegritas.
Pada pembukaan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV bulan September tahun 2026 selain dihadiri Wamendagri dan Ketua KPK, dan puluhan kepala daerah, hadir juga Wakil Gubernur Lemhannas Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma dan jajaran Lemhannas. (Yan/Red)
