![]() |
SOFIFI, DETIKMALUT.com - Harapan baru bagi masyarakat adat O’Hongana Manyawa (Tobelo Dalam) mulai diwujudkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Sebanyak 40 unit rumah layak huni dibangun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan Komunitas Adat Terpencil (KAT) sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan wisata adat.
Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, di Desa Tayawi, Senin (7/9/2026).
Dalam kegiatan itu, Sarbin didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Oba, serta Kepala Desa Tayawi.
Pembangunan hunian ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Malut di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe untuk memberikan perhatian terhadap masyarakat adat yang berada di wilayah terpencil.
Sarbin mengatakan, peningkatan kesejahteraan masyarakat adat perlu berjalan beriringan dengan pengembangan potensi ekonomi di wilayah tempat mereka bermukim, terlebih kawasan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.
"Ke depan, pemerintah terus mendorong pengembangan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal, salah satunya kawasan bermukim Suku Togutil ini," ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Maluku Utara, Zen Kasim, menjelaskan bahwa peletakan batu pertama pembangunan 40 unit rumah tersebut sebelumnya direncanakan pada 1 Agustus. Namun, pelaksanaannya ditunda untuk memastikan koordinasi teknis dan persiapan pembangunan dapat dilakukan secara maksimal.
"Nantinya kawasan ini akan menjadi wilayah wisata adat Malut," jelas Kadinsos.
Proyek pembangunan 40 rumah tersebut menelan anggaran sekitar Rp2 miliar, dengan alokasi Rp50 juta untuk setiap unit rumah.
Selain hunian, pemerintah juga menyiapkan pembangunan gedung Balai Sosial. Fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pusat informasi terpadu bagi wisatawan yang ingin mengenal sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat adat.
"Kami juga akan membangun gedung Balai Sosial yang dapat difungsikan sebagai pusat informasi terpadu bagi wisatawan yang ingin berkomunikasi langsung dengan masyarakat adat," imbuhnya.
Menurut Sarbin, pengembangan desa wisata harus terus didorong agar aktivitas ekonomi yang tumbuh di kawasan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
"Kami terus memperkuat pengembangan desa wisata melalui berbagai langkah strategis, mulai dari peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas hingga pendampingan," pungkasnya.
Pembangunan hunian tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam memastikan masyarakat adat memperoleh hak, pelayanan, serta kesempatan yang setara dalam pembangunan.
Di sela kegiatan, Sarbin juga berdialog langsung dengan masyarakat adat. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah, tokoh adat dan budayawan, sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat.
Dialog tersebut diharapkan dapat memperkuat persatuan, kerukunan dan toleransi, sekaligus mendorong pengenalan terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat adat Maluku Utara.
Melalui program tersebut, Pemprov Malut berharap pembangunan tidak hanya menghadirkan hunian yang lebih layak, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat O’Hongana Manyawa untuk berkembang secara ekonomi tanpa kehilangan nilai-nilai adat dan budaya yang mereka miliki.
Komitmen Sherly-Sarbin untuk memperkuat masyarakat adat pun diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga keberagaman sebagai kekuatan sekaligus merawat warisan budaya Maluku Utara. (Id/Red)
