Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Peluang Beasiswa Australia Awards Terbuka bagi Putra-Putri Malut, Sekprov Ikuti Forum ETP

Rabu | September 16, 2026 WIB Last Updated 2026-09-16T01:50:52Z
iklan
SOFIFI, DETIKMALUT.com – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong perluasan akses pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai peluang beasiswa dan pelatihan internasional.

Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, dengan mengikuti Forum Konsultasi Provinsi Sasaran Pemerataan Australia Awards in Indonesia (AAI) secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (15/9/2026).

Forum tersebut diikuti Sekprov dari ruang kerjanya di lantai 3 Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi. Pertemuan ini menjadi wadah untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat koordinasi terkait pelaksanaan program beasiswa dan pelatihan Pemerintah Australia bagi 15 provinsi yang ditetapkan sebagai Equity Target Provinces (ETP).

Sejumlah pejabat dari kementerian/lembaga terkait serta perwakilan Pemerintah Australia turut hadir dalam forum tersebut. Pembahasan antara lain menyoroti peluang dan kemudahan yang diberikan kepada provinsi yang masuk dalam sasaran pemerataan AAI.

Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI, Noviyanti, menjelaskan bahwa status ETP memberikan sejumlah fleksibilitas bagi masyarakat dari provinsi sasaran.

"Provinsi yang terpilih sebagai target pemerataan memiliki berbagai fleksibilitas, seperti penyesuaian standar nilai bahasa Inggris (IELTS/TOEFL) hingga fasilitasi English Language Training Assistance (ELTA) selama 9 bulan. Kami berharap pemerintah daerah dapat mengidentifikasi talenta terbaiknya dan memastikan para alumni dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan daerah saat kembali nanti," ungkap Noviyanti dalam sambutannya.

Perwakilan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Lucinda Kaval, turut menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menjelaskan bahwa AAI tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kemitraan antara Indonesia dan Australia melalui pengembangan sumber daya manusia.

Dari Kemendagri, Ahmad Fajri meminta pemerintah daerah ikut berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi mengenai peluang beasiswa tersebut. Perangkat daerah seperti BPSDM, BKD, Dinas Sosial, Dinas PPPA, hingga Dinas Lingkungan Hidup dinilai memiliki peran penting dalam menjangkau calon penerima dari berbagai kelompok.

Program AAI, kata dia, memiliki cakupan penerima yang lebih luas dan tidak terbatas pada aparatur sipil negara (ASN). Kesempatan tersebut juga terbuka bagi masyarakat umum, penyandang disabilitas, perempuan dari kelompok kurang beruntung, serta pegiat lingkungan.

Bagi Maluku Utara, keterlibatan dalam forum ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan peluang pendidikan dan pengembangan kapasitas dapat diakses lebih luas oleh putra-putri daerah.

Pemprov Maluku Utara juga berkomitmen memanfaatkan berbagai program kerja sama pendidikan dan pelatihan tersebut sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung kebutuhan pembangunan daerah.

Adapun 15 provinsi yang masuk dalam sasaran pemerataan Australia Awards in Indonesia yakni Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Lampung.

Keikutsertaan Maluku Utara dalam forum konsultasi ini diharapkan dapat memperluas informasi mengenai peluang beasiswa serta mendorong lebih banyak talenta daerah memanfaatkan kesempatan pendidikan dan pelatihan yang tersedia untuk kemudian berkontribusi bagi pembangunan Maluku Utara. (Red)
×
Berita Terbaru Update