Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

DPRD Malut Dorong Penguatan Layanan Jantung RSUD Chasan Boesoirie

Senin | September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T14:38:32Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Penguatan layanan jantung hingga kebutuhan genset menjadi perhatian dalam kunjungan pimpinan DPRD Provinsi Maluku Utara ke RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, Senin (14/9/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Drs. H. M. Iqbal Ruray, M.BA, bersama jajaran pimpinan DPRD. Rombongan diterima Direktur RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., beserta jajaran manajemen rumah sakit.

Pertemuan itu menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD sekaligus memperkuat koordinasi terkait pengembangan pelayanan kesehatan rujukan di Maluku Utara.

Dalam pertemuan tersebut, manajemen RSUD memaparkan sejumlah perkembangan layanan, termasuk pengembangan layanan jantung terpadu yang kini menjadi salah satu prioritas rumah sakit.

Direktur RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, mengatakan Gedung Jantung Terpadu telah diresmikan Gubernur Maluku Utara pada 28 Agustus 2026 dan mulai digunakan untuk pelayanan sejak 1 September 2026.

"Mulai dari poliklinik sampai dengan pelayanan lainnya sudah berada dalam satu gedung, sehingga pelayanan jantung dapat terintegrasi dan terpadu," kata Rosita.

Menurutnya, RSUD saat ini telah menjalankan layanan kateterisasi jantung atau cardiac catheterization laboratory (catlab), termasuk tindakan pemasangan ring jantung.

Pengembangan layanan tersebut tidak berhenti pada tindakan kateterisasi. RSUD juga tengah mempersiapkan layanan operasi jantung terbuka yang ditargetkan mulai dilaksanakan pada November 2026.

Untuk mendukung pengembangan itu, RSUD mendapat pendampingan dari sejumlah rumah sakit rujukan, di antaranya Rumah Sakit Harapan Kita, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan Rumah Sakit Cileungsi.

Rosita berharap seluruh kebutuhan alat dan tenaga dapat segera terpenuhi sehingga layanan jantung terpadu dapat berjalan secara menyeluruh di Ternate.

"Harapannya, seluruh kelengkapan, baik dari sisi alat maupun tenaga, dapat segera disiapkan sehingga pelayanan jantung terpadu dapat berjalan secara keseluruhan dan pasien tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah," ujarnya.

Selain layanan jantung, manajemen RSUD turut menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana kepada DPRD. Salah satunya terkait bangunan di sisi timur rumah sakit yang sudah berusia cukup tua dan membutuhkan pengembangan.

Rencana tersebut masih menunggu penyelesaian proses pemusnahan aset. Setelah proses rampung, bangunan lama direncanakan dibongkar dan dibangun kembali untuk mendukung pengembangan fasilitas pelayanan rumah sakit.

"Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari DPRD maupun pemerintah daerah untuk peningkatan layanan, khususnya terkait sarana dan prasarana yang saat ini sudah cukup tua," kata Rosita.

Kebutuhan lain yang turut menjadi perhatian adalah pengadaan genset baru. Saat ini RSUD memiliki genset berkapasitas 500 KVA yang dinilai belum mencukupi kebutuhan gedung pelayanan baru.

Rosita mengatakan kebutuhan genset tersebut telah diajukan dalam APBD Perubahan. Dukungan anggaran dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pelayanan rumah sakit ketika terjadi gangguan pasokan listrik.

"Kebutuhan genset ini sudah kami ajukan dalam APBD Perubahan. Kami berharap dapat mendapat dukungan karena kapasitas yang ada saat ini belum cukup untuk mendukung gedung baru," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Drs. H. M. Iqbal Ruray, M.BA., mengapresiasi langkah RSUD dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya melalui pengembangan layanan jantung terpadu.

Iqbal memastikan DPRD akan mendorong dukungan terhadap kebutuhan prioritas rumah sakit, termasuk pengadaan genset serta penguatan sarana dan prasarana pelayanan.

Menurutnya, penguatan RSUD sebagai rumah sakit rujukan sangat penting bagi masyarakat Maluku Utara. Semakin lengkap layanan yang tersedia di daerah, semakin besar peluang masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

"Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan rujukan di Maluku Utara agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang semakin lengkap di daerah," tutup Iqbal.
×
Berita Terbaru Update