Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

MoU Unkhair-RSCHB Dukung Percepatan Pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi

Rabu | September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T14:28:34Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Universitas Khairun (Unkhair) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Chasan Boesoirie (RSCHB) Maluku Utara memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung persiapan pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi di Unkhair.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua institusi yang berlangsung di Lantai III Ruang Senat Gedung Rektorat Kampus II Unkhair, Ternate, Rabu (2/9/2026).

MoU mencakup sejumlah bidang strategis, mulai dari penguatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks pengembangan pendidikan kedokteran, RSCHB diharapkan menjadi salah satu mitra penting bagi Unkhair dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa sekaligus pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Rektor Unkhair Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M. mengatakan, RSUD Chasan Boesoirie merupakan mitra strategis, khususnya dalam pengembangan pendidikan kedokteran dan kesehatan.

"Nota kesepahaman hari ini jangan hanya kita maknai sebagai hal yang bersifat administratif. Di dalamnya terdapat komitmen bersama memperkuat pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," katanya.

Menurut Prof. Abdullah, keberadaan RSCHB memiliki posisi penting bagi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unkhair. Rumah sakit tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran mahasiswa serta mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan riset melalui berbagai kasus yang ditemukan dalam pelayanan.

Kerja sama tersebut semakin strategis setelah Unkhair mendapatkan penugasan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) untuk membuka Program Studi Kedokteran Gigi.

Penugasan itu tertuang dalam surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 731/DTS/B.B3/DT.03.02/2026 tertanggal 29 Agustus 2026.

Pembukaan program studi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter gigi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Untuk itu, Prof. Abdullah berharap RSCHB dapat mengambil bagian dalam mendukung pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia maupun berbagai persyaratan awal yang diperlukan dalam proses pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi.

Di sisi lain, Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., menilai kerja sama dengan Unkhair merupakan bentuk komitmen bersama untuk menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

Menurutnya, perguruan tinggi membutuhkan rumah sakit sebagai wahana praktik dan pembelajaran mahasiswa. Sebaliknya, rumah sakit juga membutuhkan perguruan tinggi dalam mendukung kegiatan penelitian, pengembangan keilmuan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia berharap kesepahaman yang telah ditandatangani tidak berhenti pada dokumen kerja sama, tetapi segera diterjemahkan dalam berbagai program konkret yang memberikan manfaat bagi institusi maupun masyarakat.

Penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Unkhair, di antaranya Wakil Rektor II Dr. Irfan Zam Zam, S.E., M.Sc., Ak., dan Wakil Rektor III Jamal Hi. Arsad, S.H., M.H.

Sementara dari RSUD dr. H. Chasan Boesoirie hadir Wakil Direktur Bidang Pendidikan dan Pengembangan drg. Iwan Wirasatyawan, Kabid Humas Rizka, S.H., Kasie Humas Susy Tjeng, Kasie Hukum dan Kemitraan Anarti Fatmawati, SKM., M.H., Kasubag Perencanaan Penyusunan Program dan Anggaran Aburijal, S.P., M.M.A., serta Plh. Kasie Pelayanan Medik Rawat Inap/Khusus dr. Nurul Fitrah.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pertukaran plakat dan cendera mata antara Unkhair dan RSUD dr. H. Chasan Boesoirie.

Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi penguatan ekosistem pendidikan kedokteran di Maluku Utara. Dengan dukungan rumah sakit sebagai wahana pendidikan klinis dan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu, pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi Unkhair diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia kesehatan yang dibutuhkan masyarakat Maluku Utara.(Id/Red)
×
Berita Terbaru Update