Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Hampir Enam Tahun Jembatan Putus, Warga Desa Cera Bertahan dengan Jembatan Darurat

Rabu | September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T13:41:38Z
iklan
Warga saat gotong royong membangun jembatan darurat
TOBELO, DETIKMALUT.com - Hampir enam tahun jembatan penghubung di Desa Cera, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, terputus. Sejak Januari 2021, warga terpaksa mengandalkan jembatan darurat untuk menjaga akses tetap bisa dilalui.

Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 28 meter. Hingga Rabu (23/9/2026), jembatan itu belum dibangun kembali secara permanen.

Ketua BPD Desa Cera, Marlan Pono, mengatakan jembatan tersebut putus pada 1 Januari 2021. Sejak saat itu, masyarakat bersama pemerintah desa dan Babinsa setempat berupaya membuat akses sementara secara gotong royong.

Jembatan darurat itu dibangun menggunakan bahan seadanya, seperti papan kayu dan batang pohon yang tersedia di sekitar lokasi. Keberadaannya menjadi alternatif bagi warga untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, kondisi jembatan sementara tersebut belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat akan akses yang layak dan permanen. Warga pun berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.

Warga Desa Cera, Rivaldi Barege, meminta pemerintah tidak hanya menerima informasi mengenai kondisi jembatan, tetapi turun langsung melihat keadaan di lapangan.

“Kami dari masyarakat Loloda Kepulauan, khususnya Desa Cera, memohon kepada pemerintah daerah untuk segera turun langsung ke Loloda Kepulauan, khususnya Desa Cera,” ujar Rivaldi, Rabu (23/9/2026).

Menurut Rivaldi, masyarakat selama ini harus mengandalkan gotong royong untuk mempertahankan akses setelah jembatan utama terputus.

“Kami berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi bisa segera datang dan menindaklanjuti kondisi jembatan ini,” katanya.

Ia mengatakan pembangunan jembatan darurat yang dilakukan masyarakat bersama pemerintah desa dan Babinsa hanya menjadi solusi sementara. Karena itu, warga berharap adanya pembangunan jembatan permanen agar akses masyarakat dapat kembali berjalan dengan lebih aman dan layak.

Hampir enam tahun berlalu sejak jembatan itu putus. Warga Desa Cera kini berharap pemerintah segera datang melihat kondisi tersebut dan memberikan kepastian penanganan terhadap akses penghubung yang selama ini mereka pertahankan secara swadaya.(Id/Red)
×
Berita Terbaru Update