Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Direktur RSUD Chasan Boesoirie Turun Langsung, Dengarkan Keluhan Pasien

Selasa | September 15, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T07:48:06Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., turun langsung meninjau sejumlah ruang pelayanan untuk melihat kondisi rumah sakit sekaligus mendengar pengalaman pasien dan tenaga kesehatan.

Peninjauan dilakukan di beberapa unit, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat jalan hingga ruang rawat inap. Dalam kunjungan tersebut, Rosita berdialog langsung dengan pasien maupun petugas untuk mengetahui kondisi pelayanan, kebutuhan, serta berbagai hal yang masih memerlukan perhatian.

Bagi manajemen rumah sakit, interaksi secara langsung dengan pasien dinilai penting untuk memastikan evaluasi pelayanan tidak hanya berdasarkan laporan administratif, tetapi juga berdasarkan kondisi yang dirasakan masyarakat.

Menurut dr. Rosita, masukan pasien menjadi salah satu bahan penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie.

“Dengan turun langsung, kami bisa mendengar pengalaman pasien dan melihat kondisi pelayanan dari sisi yang berbeda. Apa yang disampaikan masyarakat menjadi masukan penting bagi kami untuk melakukan perbaikan,” kata dr. Rosita.

Saat meninjau IGD, Rosita juga menerima masukan mengenai keterbatasan tempat tidur yang terkadang terjadi ketika jumlah pasien mengalami peningkatan.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan yang dihadapi rumah sakit, terlebih RSUD dr. H. Chasan Boesoirie merupakan rumah sakit rujukan yang melayani pasien dari berbagai daerah di Maluku Utara.

“Dalam kondisi tertentu, jumlah pasien yang datang bisa meningkat, termasuk pasien rujukan dari berbagai daerah. Kami memahami keluhan masyarakat terkait ketersediaan tempat tidur dan kondisi ini terus menjadi perhatian kami,” ujarnya.

RSUD dr. H. Chasan Boesoirie merupakan salah satu rumah sakit rujukan di Maluku Utara dengan cakupan pelayanan masyarakat dari 10 kabupaten dan kota. Kondisi tersebut membuat IGD menjadi salah satu pintu utama bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis, termasuk mereka yang dirujuk dari fasilitas kesehatan di daerah.

Meski menghadapi keterbatasan tempat tidur pada kondisi tertentu, dr. Rosita menegaskan pasien yang datang ke IGD tetap mendapatkan pelayanan. Penanganan dilakukan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan dan kondisi klinis masing-masing pasien.

“Sistem triase dan prioritas klinis menjadi dasar dalam menentukan penanganan pasien. Tim medis dan tenaga kesehatan tetap melakukan pemeriksaan, observasi, tindakan medis, serta pemantauan sesuai kebutuhan dan standar pelayanan,” kata Direktur.

Menurutnya, berbagai tantangan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas rumah sakit. Pengembangan layanan menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan rujukan.

Saat ini, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie terus memperkuat sejumlah layanan spesialistik, di antaranya bedah saraf dan bedah anak. Pengembangan layanan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Maluku Utara terhadap pelayanan kesehatan rujukan tanpa harus mendapatkan layanan di luar daerah.

Rosita menilai peningkatan mutu pelayanan tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas maupun pengembangan layanan, tetapi juga pada kemampuan rumah sakit dalam mendengarkan masyarakat.

“Pelayanan kesehatan pada akhirnya adalah tentang bagaimana pasien mendapatkan penanganan yang baik dan merasa didengar. Karena itu, kami ingin setiap masukan masyarakat menjadi bagian dari proses perbaikan pelayanan di rumah sakit,” ujarnya.

Untuk itu, dr. Rosita mengajak masyarakat menyampaikan keluhan, kritik, saran maupun kebutuhan informasi melalui kanal resmi yang telah disediakan oleh RSUD dr. H. Chasan Boesoirie.

“Dengan komunikasi yang terbuka, rumah sakit dapat mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus menindaklanjutinya sesuai kewenangan dan kebutuhan pelayanan,” sebut dr. Rosita.

Kunjungan langsung ke ruang-ruang pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen memastikan evaluasi rumah sakit tetap berpijak pada kondisi nyata di lapangan dan kebutuhan pasien.

Untuk memudahkan masyarakat menyampaikan masukan, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie menyediakan sejumlah kanal pengaduan resmi, yakni:

* Kotak Saran, tersedia di area pelayanan RSUD dr. H. Chasan Boesoirie.
* WhatsApp: 0822-2339-8008 (chat only).
* Email: rsud.chasanboesoirie.pengaduan@gmail.com.
* Secara langsung melalui petugas informasi RSUD dr. H. Chasan Boesoirie.
* LAPOR!, melalui kanal pengaduan pemerintah.
* QR Pelayanan Pengaduan, dengan memindai kode QR yang tersedia di area informasi pelayanan rumah sakit.

Melalui berbagai kanal tersebut, masyarakat dapat menyampaikan pengalaman, pertanyaan, kritik, saran maupun keluhan terkait pelayanan. Setiap masukan akan menjadi bagian dari bahan evaluasi rumah sakit dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Id/Red)
×
Berita Terbaru Update