Kegiatan yang diikuti 50 siswa dan lima guru tersebut mengangkat tema “Peningkatan Literasi Kesehatan Remaja melalui Edukasi Penggunaan Obat dan Skincare yang Aman”, dengan materi utama mengenai peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa dalam mencegah penyalahgunaan obat melalui pengenalan logo obat, penerapan DAGUSIBU, serta edukasi mengenai bahaya narkoba.
Tim kegiatan dipimpin apt. Marhamah, S.Farm., M.Farm., yang sekaligus bertindak sebagai pemateri. Ia didampingi anggota tim, Lola Tulak Rerung, M.Farm., dan Nini Sahrianti, S.Farm., M.Biomed.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA IT Nurul Hasan, Siti Qamariah Rumaru, S.T., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, remaja perlu mendapatkan bekal literasi yang memadai agar mampu menyaring berbagai pengaruh yang datang dari lingkungan sekitar.
“Remaja sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan, baik dari teman maupun komunitas. Karena itu, kita harus membekali diri dengan literasi yang baik,” demikian ujarnya.
Sebelum memasuki materi utama, Ketua Tim Pengabdian menyerahkan plakat kepada pihak SMA IT Nurul Hasan sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan atas kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Materi kemudian diarahkan pada pemahaman siswa mengenai DAGUSIBU, sebuah program edukasi dari Ikatan Apoteker Indonesia untuk mendorong penggunaan obat secara benar. Dalam penyampaiannya, apt. Marhamah menjelaskan empat prinsip utama DAGUSIBU, yakni Da untuk mendapatkan obat dari tempat resmi, Gu menggunakan obat sesuai aturan, Si menyimpan obat dengan benar, dan Bu membuang obat yang sudah rusak atau kedaluwarsa secara tepat.
Para siswa juga diberikan pengetahuan praktis mengenai pentingnya membeli obat melalui tempat resmi, seperti apotek maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Mereka diajak mengenali logo obat, memperhatikan dosis serta aturan pemakaian, memahami cara penyimpanan yang tepat, dan mengetahui langkah yang aman ketika harus membuang obat yang sudah tidak layak digunakan.
Selain aspek penggunaan obat, edukasi turut membahas penyalahgunaan narkoba. Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan remaja terhadap berbagai risiko yang dapat ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba serta pentingnya melakukan pencegahan sejak usia sekolah.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pemateri. Sebanyak lima siswa mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan penggunaan obat, penyimpanan obat, hingga bahaya penyalahgunaan narkoba. Panitia kemudian memberikan doorprize sebagai apresiasi bagi peserta yang aktif selama sesi diskusi.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Pengabdian FKIK Universitas Khairun berharap pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman mengenai prinsip mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara tepat diharapkan dapat mendorong perilaku penggunaan obat yang lebih aman.
Edukasi mengenai bahaya narkoba juga diharapkan memperkuat kesadaran remaja untuk menghindari penyalahgunaan zat berbahaya sekaligus membangun sikap yang lebih bertanggung jawab terhadap kesehatan diri. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Dengan pendekatan edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Tim Pengabdian FKIK Universitas Khairun dalam memperkuat literasi kesehatan remaja, khususnya dalam penggunaan obat yang tepat dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.(Id/Red)
