![]() |
TERNATE, DETIKMALUT.com - Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) kembali melaksanakan program magang di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan dan instansi terkait di Kota Ternate.
Program ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk memperkuat kemampuan praktis sekaligus memberikan pengalaman nyata mengenai pelaksanaan pelayanan kesehatan di lapangan. Melalui magang, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memahami berbagai tantangan dalam dunia kerja.
Ketua Pengelola Magang FIKES UMMU, Suryadi, M.Kes., mengatakan program magang tahun ini melibatkan 54 mahasiswa yang ditempatkan di berbagai lokasi selama satu bulan, mulai 13 Agustus hingga 14 September 2026.
Mahasiswa ditempatkan di seluruh puskesmas di Kota Ternate, mulai dari Jambula hingga Sulamadaha. Selain itu, mereka juga disebar ke Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), RSI PKU Muhammadiyah, serta Wasana Bahagia Kemensos.
"Magang FIKES tahun ini terdistribusi di semua puskesmas di Kota Ternate, mulai dari Jambula hingga Sulamadaha, BKK (Balai Kekarantinaan Kesehatan), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), RSI PKU Muhammadiyah dan Wasana Bahagia Kemensos. Seluruh pesertanya berjumlah 54 mahasiswa selama sebulan, dimulai 13 Agustus hingga 14 September," ujar Suryadi.
Untuk mahasiswa yang ditempatkan pada instansi di bawah Dinas Kesehatan, proses penyerahan dilakukan di Dinas Kesehatan Kota Ternate. Selanjutnya, mahasiswa diterima dan dilepas ke masing-masing puskesmas oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Nuryani Amra, M.Si., yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan.
Dalam sambutannya, Nuryani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UMMU kepada Dinas Kesehatan untuk menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa FIKES.
"Dinas kesehatan mengapresiasi atas kepercayaan UMMU kepada kami. Inilah dunia kesehatan, wajah kesehatan yang sesungguhnya. Pasien dilayani di tingkat pertama. Ilmu kalian sudah peroleh di dunia kampus, di sini kalian dapat pengalaman yang sesungguhnya," ujar Nuryani.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di fasilitas pelayanan kesehatan akan menjadi bekal penting untuk memahami kondisi pelayanan kesehatan secara langsung sekaligus memperkuat kemampuan mereka ketika memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Dekan FIKES UMMU, Adiani, M.Si., mengatakan program magang merupakan salah satu tahapan pembelajaran yang dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa pada dunia kerja sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang kesehatan.
Menurut Andiani, proses pembelajaran mahasiswa FIKES dilakukan melalui tiga tahapan pengalaman lapangan. Tahap pertama adalah Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) I, di mana mahasiswa turun langsung ke masyarakat untuk mengidentifikasi berbagai masalah kesehatan.
Selanjutnya, mahasiswa mengikuti PBL II untuk mendalami dan berinteraksi dengan berbagai persoalan kesehatan yang ditemukan di masyarakat. Tahap berikutnya adalah PBL III atau magang yang diarahkan untuk memberikan pengalaman sekaligus mengenalkan mahasiswa pada dunia kerja secara langsung.
"Magang merupakan pengenalan mahasiswa di dunia kerja. Di FIKES sendiri, untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang kesehatan di lapangan, ada tiga tahap. Yang pertama PBL I, mahasiswa diturunkan di masyarakat untuk mengidentifikasi masalah kesehatan di masyarakat. Kemudian PBL II untuk interaksi masalah kesehatan, dan PBL III atau magang untuk mengenalkan mahasiswa pada dunia kerja," jelas Andiani.
Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mampu menghubungkan pengetahuan akademik yang telah diperoleh di kampus dengan kondisi nyata pelayanan kesehatan di lapangan.(Id/Red)

