![]() |
SOFIFI, DETIKMALUT.com - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa kental di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Maluku Utara, Kamis (6/8/2026). Di tengah lantunan lagu-lagu nasional yang menggema dari halaman sekolah, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, hadir menyapa ratusan siswa yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kunjungan tersebut menjadi momen penuh semangat bagi para peserta didik yang baru memulai kehidupan berasrama di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Maluku Utara. Sebanyak 240 siswa yang berasal dari keluarga kelompok desil 1 dan desil 2 kini resmi menjalani pendidikan di sekolah yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kunjungan itu, Gubernur Sherly didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Penjabat Kepala Sekolah Rakyat, serta perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum.
Di hadapan para siswa yang mengenakan atribut Merah Putih, Sherly mengajak mereka memaknai kemerdekaan sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
"Semangat semua?" buka Sherly dengan senyum khasnya.
Selain menyapa para siswa, ia juga menanyakan kondisi mereka selama mengikuti kegiatan di Sekolah Rakyat sekaligus memberikan motivasi agar tetap bersemangat dalam menempuh pendidikan.
Penjabat Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Maluku Utara, Nurhasni Ibrahim, menjelaskan bahwa sekolah tersebut kini telah resmi beroperasi dengan mengintegrasikan siswa dari berbagai wilayah ke dalam satu kawasan pendidikan terpadu.
"Kunjungan Ibu Gubernur ke Sekolah Rakyat menjadi bentuk apresiasi dan perhatian untuk pendidikan berkualitas," katanya.
Kehadiran orang nomor satu di Maluku Utara itu juga meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa. Salah satunya dirasakan Nadira Jamil (13), yang mengaku bahagia bisa bertemu dan bersalaman langsung dengan Gubernur.
"Ibu Gubernur cantik sekali," ungkapnya singkat sambil tersipu malu.
Sebelum mengakhiri kunjungannya, Sherly kembali mengingatkan pentingnya memanfaatkan kesempatan belajar sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa di era kemerdekaan.
"Mengisi kemerdekaan hari ini bukan lagi dengan mengangkat senjata, melainkan dengan belajar sungguh-sungguh agar kelak menjadi generasi yang membangun Maluku Utara," tuturnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Melalui program ini, diharapkan semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan belajar yang layak, sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi salah satu jalan mengurangi angka kemiskinan di Maluku Utara. (Id/Red)

