Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Remaja 17 Tahun Diduga Habisi Rekan Miras di Ternate, Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Bacan

Rabu | Mei 27, 2026 WIB Last Updated 2026-05-28T07:48:12Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Kepolisian Resor Ternate bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan seorang pria di Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara. Kurang dari delapan jam setelah jasad korban ditemukan bersimbah darah di rumahnya, polisi berhasil meringkus terduga pelaku yang diketahui merupakan rekan korban sendiri.

Korban diketahui bernama Suwardi Gani (53), warga RT 09/RW 05 Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara. Ia ditemukan meninggal dunia pada Selasa (26/5/2026) malam sekitar pukul 19.20 WIT di depan teras rumahnya dengan sejumlah tanda kekerasan.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Ismat Hi. Manan yang baru kembali ke rumah korban setelah mengantar salah satu rekan mereka ke penginapan di Kelurahan Bastiong.

Setibanya di lokasi, saksi mendapati korban sudah tergeletak bersimbah darah, sementara seorang pria berinisial D yang sebelumnya masih bersama korban sudah tidak berada di tempat kejadian.

Sebelum kejadian, korban bersama sejumlah rekannya diketahui berkumpul di rumah sambil mengonsumsi minuman keras jenis Cap Tikus dan bir Guinness sejak sore hari. Sekitar pukul 18.30 WIT, salah satu rekan yang mabuk berat diantar ke penginapan oleh saksi, sementara korban masih berada di rumah bersama terduga pelaku.

Mengetahui kondisi korban, saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ternate Utara sekitar pukul 19.30 WIT. Personel kepolisian kemudian mendatangi lokasi dan memasang garis polisi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto melalui Kasi Humas Polres Ternate Ipda Sudirjo menjelaskan, Unit Identifikasi Satreskrim Polres Ternate langsung melakukan olah TKP pada malam itu juga.

“Korban ditemukan dengan tanda-tanda kekerasan dan kondisi lantai TKP dipenuhi darah yang mengindikasikan adanya dugaan tindak kekerasan,” ujar Ipda Sudirjo.

Dalam pemeriksaan awal, petugas turut mengamankan sebilah parang bercak darah di sekitar lokasi yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Chasan Boesoirie menggunakan ambulans Biddokkes Polda Maluku Utara untuk keperluan autopsi.

Sementara itu, aparat gabungan Satreskrim Polres Ternate dan Polsek Ternate Utara bergerak memburu terduga pelaku. Penelusuran dilakukan di sejumlah penginapan sekitar pelabuhan sejak Selasa malam, namun hasilnya masih nihil.

Pencarian kemudian mengarah ke Pelabuhan Bastiong setelah polisi memperoleh informasi bahwa terduga pelaku memiliki riwayat bekerja di Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan.

Menurut Ipda Sudirjo, tim gabungan yang dipimpin KBO Satreskrim Polres Ternate Ipda Soedharmono bersama Kanit Reskrim Polsek Ternate Utara Ipda M. Soleh langsung memeriksa kapal rute Ternate–Bacan yang hendak berlayar.

“Berbekal informasi tersebut, tim langsung memeriksa salah satu kapal rute Ternate-Bacan yang siap diberangkatkan.”

Di atas kapal, polisi menemukan DSA alias Dava (17), warga Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, tengah berada di dek dua kapal.

Saat hendak diamankan, remaja tersebut sempat mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas.

“Petugas dengan sigap melakukan pengejaran. Karena pelaku melawan, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur dengan menembak kaki kiri,” ungkap Ipda Sudirjo.

Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani perawatan medis sebelum diperiksa lebih lanjut di Mapolres Ternate.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga aksi nekat itu dipicu rasa sakit hati. Pelaku mengaku tersulut emosi karena korban diduga sempat mengancam akan membunuh ayah kandungnya.

“Saat ini Satreskrim Polres Ternate bersama Unit Reskrim Polsek Ternate Utara masih melakukan penyelidikan terkait kronologi, motif maupun pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” ujar Kasi Humas Polres Ternate.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat berwenang.(Id)
×
Berita Terbaru Update