Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Gunung Dukono Kembali Mengamuk, Dua Korban Meninggal dan Satu Hilang

Jumat | Mei 08, 2026 WIB Last Updated 2026-05-08T08:53:36Z
iklan
TOBELO, DETIKMALUT.com - Aktivitas vulkanik Gunung Dukono kembali meningkat pada Jumat (8/5), ditandai dengan letusan besar yang memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 10 kilometer ke udara. Erupsi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga di sekitar kawasan gunung, tetapi juga berdampak pada para pendaki yang berada di jalur pendakian saat letusan terjadi.

Sebanyak 20 pendaki dilaporkan masih tertahan di kawasan gunung akibat kondisi yang dinilai berbahaya untuk proses evakuasi. Dari jumlah tersebut, sembilan orang diketahui merupakan warga negara asing, sementara sisanya berasal dari berbagai daerah di Maluku Utara.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengatakan proses penyelamatan masih mempertimbangkan situasi di lapangan yang belum sepenuhnya aman.

“Jadi dilaporkan untuk pendaki ada 20 orang, 9 orang warga asing, sisanya adalah warga seputaran Maluku Utara,” ujar Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu.

“Di sini ada kendala di mana gunung ini masih mengalami erupsi, jadi kita juga melihat situasi. Apabila membahayakan upaya evakuasi kemungkinan masih kita tunda terlebih dulu,” katanya.

Selain para pendaki yang masih terjebak, erupsi juga dilaporkan menelan korban jiwa. Berdasarkan data sementara dari BPBD, terdapat tiga korban terdampak, dua di antaranya meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

“Berdasarkan informasi dari BPBD, ada tiga korban, dua meninggal satu masih hilang,” jelasnya.

Laporan awal mengenai insiden tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate dari Kepala Desa Mamuya, Budiman Djoma, sekitar pukul 08.55 WIT. Informasi itu diperkuat dengan munculnya sinyal darurat SOS dari perangkat Garmin yang terdeteksi di kawasan puncak Gunung Dukono, tepatnya pada koordinat 1°42’13.7” LU dan 127°52’50.2” BT.

Merespons laporan tersebut, tim rescue dari Pos SAR Tobelo langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Koordinator Pos SAR Tobelo, Rudin, menyebut pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi adanya pendaki yang mengalami luka akibat erupsi.

“Kepala Desa Mamuya melaporkan adanya sejumlah pendaki yang mengalami luka akibat erupsi Gunung Dukono dan meminta bantuan evakuasi,” kata Rudin.

Tim SAR berangkat menuju Desa Mamuya pada pukul 09.10 WIT menggunakan kendaraan rescue. Setibanya di desa tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan pendakian menuju titik lokasi korban yang diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam.

Data sementara menunjukkan terdapat lima korban yang masih dalam proses pencarian dan evakuasi, sementara identitas para pendaki hingga kini belum diumumkan secara resmi.

Lokasi kejadian berada di kawasan Gunung Dukono, Desa Mamuya, Kecamatan Galela. Untuk mencapai titik pendakian, tim SAR harus menempuh perjalanan darat sekitar 45 kilometer atau sekitar satu setengah jam, sebelum melanjutkan perjalanan kaki sejauh tujuh kilometer menuju lokasi korban.

Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari personel Pos SAR Tobelo, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Mamuya, BPBD Halmahera Utara, hingga masyarakat setempat. Tim juga membawa perlengkapan medis, evakuasi, dan komunikasi guna menunjang proses penyelamatan di tengah aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

Hingga Jumat sore, proses evakuasi masih terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel dan para pendaki yang berada di kawasan gunung.
×
Berita Terbaru Update