![]() |
TERNATE, DETIKMALUT.com - Harapan menjadikan Sofifi sebagai ibu kota yang representatif bagi Provinsi Maluku Utara mulai menunjukkan arah yang semakin pasti. Pemerintah Pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memastikan komitmennya untuk memperkuat peran Sofifi sebagai pusat pemerintahan modern yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Komitmen tersebut disampaikan Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas, Dr. Medrilzam, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Hotel Bella Ternate, Kamis (7/5).
Dalam pemaparannya, Medrilzam menjelaskan bahwa Sofifi menjadi salah satu daerah prioritas nasional bersama Tanjung Selor dalam program penguatan fungsi ibu kota provinsi. Saat ini, Bappenas tengah bekerja sama dengan Bank Dunia (World Bank) untuk menyusun dokumen pre-masterplan pembangunan kawasan Sofifi.
"Kami tidak ingin fungsi ibu kota di Sofifi ini terus lemah. Dokumen masterplan utuh ditargetkan rampung tahun ini dan akan menjadi kompas bagi Kementerian serta Lembaga pusat untuk membangun infrastruktur secara terintegrasi," tegasnya.
Menurutnya, pengembangan Sofifi ke depan tidak hanya difokuskan pada pembangunan gedung pemerintahan semata, tetapi diarahkan menjadi pusat pertumbuhan baru yang mengedepankan konsep tata kota modern, estetika kawasan, dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam rancangan tersebut, Bappenas menyiapkan perencanaan menyeluruh yang mencakup penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), Urban Design Guideline (UDGL), hingga dukungan pendanaan khusus melalui APBN untuk memastikan penyusunan masterplan dapat berjalan optimal.
Dukungan Pemerintah Pusat itu pun disambut positif oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Menurutnya, kehadiran masterplan yang jelas akan membuka peluang lebih besar bagi kementerian teknis untuk masuk membangun berbagai infrastruktur strategis di Sofifi.
Ia meyakini dokumen tersebut akan menjadi dasar penting bagi kementerian seperti PUPR, Perhubungan, maupun Kesehatan dalam mengalokasikan anggaran pembangunan secara lebih terarah dan masif.
Meski demikian, Bappenas juga mengingatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar segera menyiapkan sejumlah kebutuhan teknis guna mempercepat realisasi pembangunan. Beberapa hal yang menjadi perhatian utama yakni penyusunan Detail Engineering Design (DED) serta kesiapan lahan agar tidak muncul hambatan administratif ketika anggaran pusat mulai dikucurkan.
Dengan penyusunan masterplan yang ditargetkan selesai tahun ini, Sofifi diproyeksikan mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun ke depan. Tidak hanya sebagai pusat birokrasi yang lebih tertata dan nyaman, tetapi juga berkembang menjadi kawasan ekonomi baru yang mampu mendorong pertumbuhan di wilayah timur Indonesia.
Langkah strategis yang ditempuh Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan Sofifi mulai bergerak ke arah yang lebih konkret. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Sofifi bukan lagi sekadar simbol administratif ibu kota provinsi, melainkan akan tumbuh menjadi kota modern yang memiliki daya saing dan peran penting di tingkat nasional maupun global.(Red)


