![]() |
TERNATE, DETIKMALUT.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca bagi sejumlah wilayah di Maluku Utara. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada malam hingga dini hari, Minggu, 24 Mei 2026.
Dalam rilis yang diterbitkan BMKG, wilayah yang berpotensi mengalami cuaca buruk meliputi Loloda, Jailolo, Batang Dua, Ternate, Tidore, Sofifi, Oba, Moti, Makean, Kayoa, Pulau Taliabu, Falabisahaya, Kasiruta, serta wilayah sekitarnya.
Selain cuaca ekstrem, BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut terkait potensi peningkatan tinggi gelombang akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Secara umum, tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 0,25 meter hingga 1,5 meter.
Pada periode malam hari, sebagian besar wilayah Maluku Utara diprediksi mengalami kondisi berawan disertai peluang hujan ringan hingga sedang. Daerah yang berpotensi diguyur hujan antara lain Morotai, Jailolo, Tobelo, Kao, Malifut, Wasile, Maba, Buli, Patani, Tidore, Ternate, Gebe, Bacan, Obi, Mangoli, dan sekitarnya.
“Sementara itu, pada dini hari umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Morotai, Loloda, Jailolo, Batang Dua, Ternate, Tidore, Sofifi, Oba dan Moti. Kemudian wilayah Makean, Kayoa, Kasiruta, Bacan, Patani, Gebe, Taliabu, Falabisahaya, dan sekitarnya.” kata BMKG dalam rilisnya.
BMKG juga mencatat suhu udara di wilayah Maluku Utara berkisar antara 23 hingga 28 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban udara relatif cukup tinggi, yakni mencapai 80 hingga 100 persen. Sementara itu, arah angin bergerak dari tenggara ke barat dengan kecepatan berkisar 5 hingga 40 kilometer per jam.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan dampak cuaca buruk, seperti genangan, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas pelayaran. Warga juga disarankan terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG guna mengantisipasi potensi perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(Red)

