Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Prof. Ranita Rope Beri Kuliah Pakar di UM Maluku, Soroti Krisis Global dan Masa Depan Pertanian Berkelanjutan

Kamis | Maret 05, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T02:35:27Z
iklan
AMBON, DETIKMALUT.com - Akademisi sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Prof. Dr. Ranita Rope, M.Sc., memberikan kuliah pakar di Universitas Muhammadiyah Maluku pada Rabu (04/03/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 3 itu mengangkat tema “Krisis Global Ganda dan Masa Depan Pertanian Berkelanjutan.”

Kuliah pakar ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik antara Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) dan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) sebagai sesama Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Selain mempererat hubungan kelembagaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengetahuan antara civitas akademika kedua kampus.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UM Maluku, Dr. Andi Thamrin, SP., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi antar perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti pada aspek administratif atau sekadar silaturahmi kelembagaan. Menurutnya, kerja sama harus diarahkan pada penguatan kolaborasi akademik lintas disiplin.

“Kedepannya, kita bisa melakukan kerja sama lintas disiplin ilmu dan aplikatif. Pertukaran sumber daya intelektual serta fasilitas menjadi kunci untuk menciptakan standar inovasi yang lebih tinggi dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” tegasnya Andi Thamrin.

Ia juga menambahkan bahwa isu ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa bidang pertanian semata. Berbagai disiplin ilmu memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sistem pangan.

Mahasiswa Perikanan, misalnya, berkontribusi pada pemenuhan sumber protein hewani. Mahasiswa Kehutanan berperan menjaga ekosistem hutan sebagai penyangga sumber air, sementara mahasiswa FKIP memiliki peran strategis dalam menanamkan literasi pangan kepada generasi muda.

Sementara itu, dalam pemaparan materinya, Prof. Dr. Ranita Rope menyoroti situasi global yang saat ini menghadapi tekanan ganda, yakni ketidakstabilan ekonomi dunia serta perubahan iklim yang semakin ekstrem. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut generasi muda untuk memiliki kesiapan dan standar kemampuan yang kuat agar mampu bertahan di tengah krisis.

“Jangan berhenti bergerak. Kita harus punya standar agar bisa bertahan. Jika kita tidak memikirkan masa depan pertanian sekarang, negara lain seperti Jepang sudah jauh melangkah dengan berbagai uji coba,” ungkap Prof. Ranita.
Rektor perempuan pertama di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara itu juga mengingatkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam isu pangan dan lingkungan merupakan investasi penting bagi masa depan manusia. Baginya, konsep pertanian masa depan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada upaya menjaga keseimbangan alam.

Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar dunia ke depan adalah bagaimana menyediakan pangan bagi populasi global tanpa merusak lingkungan yang menjadi sumber kehidupan.

Kuliah pakar ini menjadi wujud komitmen Universitas Muhammadiyah Maluku dalam mendukung semangat “Diktisaintek Berdampak.” Melalui kegiatan akademik yang menghadirkan pakar di bidangnya, kampus tersebut berharap dapat melahirkan lulusan yang memiliki kepedulian terhadap persoalan global sekaligus mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di wilayah Maluku.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mahasiswa dan dosen berbagai program studi dalam sesi diskusi. Mereka mengangkat berbagai pertanyaan dan gagasan terkait ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga peran generasi muda dalam mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan.(*)
×
Berita Terbaru Update