![]() |
TOBELO, DETIKMALUT.com - Tepat pukul 14.20 WIT, Jumat (6/3/2026), suasana haru pecah di Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan. Warga yang selama ini diliputi kecemasan setiap kali hujan turun kini bisa bernapas lega. Jembatan Merah Putih Polri yang dinanti-nantikan akhirnya rampung 100 persen.
Pembangunan jembatan ini menjadi jawaban atas tragedi yang sempat viral pada Desember lalu, ketika warga harus mempertaruhkan nyawa menyeberangkan jenazah melalui sungai berarus deras.
Sejak pagi hari, tim Brimob yang dipimpin IPDA Ikram Kadir bersama warga terlihat bergotong royong menyelesaikan pengecatan akhir jembatan sebelum melaksanakan salat Jumat bersama.
"Keringat ini adalah bakti kami untuk masyarakat. Kami justru berterima kasih kepada seluruh warga Desa Salube atas kerja sama yang luar biasa," ujar IPDA Ikram Kadir dengan penuh kerendahan hati.
Sementara itu, Kepala Desa Salube, Sabri Duduaka, mewakili masyarakat menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas selesainya pembangunan jembatan tersebut.
"Kami sungguh tidak menyangka doa kami dijawab secepat ini. Jembatan beton ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi penyambung urat nadi kehidupan masyarakat. Material jembatan dimuat menggunakan KM Aksar 09 berkat bantuan Brimob. Mewakili warga Salube, kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Kapolda Malut dan Dansat Brimob. Tragedi masa lalu tidak akan terulang lagi," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan tokoh pemuda Salube, Waldi Hi. Rauf, S.Hi. Ia mengaku peristiwa pada Desember lalu menjadi trauma mendalam bagi masyarakat desa.
![]() |
"Melihat orang tua harus menantang maut di tengah banjir bandang sangat menyayat hati. Hari ini, ketika Jembatan Merah Putih Polri berdiri megah, rasanya seperti sebuah keajaiban. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Brimob," katanya.
Keberadaan jembatan tersebut kini menjadi harapan baru bagi warga Desa Salube dan bahkan disebut sebagai kado terindah menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.(*)


