![]() |
TERNATE, DETIKMALUT.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Maluku Utara, Senin (2/3/2026). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Wilayah yang berpotensi terdampak cuaca tersebut meliputi Morotai, Loloda, Galela, Tobelo, Ibu, Jailolo, Oba, Maba, Wasile, Patani, Taliabu dan sekitarnya. Kondisi ini diperkirakan terjadi secara bertahap, terutama pada siang hingga sore hari.
Selain potensi hujan lebat di daratan, BMKG juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut agar lebih berhati-hati. “Waspada berpotensi terjadi peningkatan ketinggian gelombang dan penurunan jarak pandang akibat cuaca buruk di wilayah perairan Maluku Utara” kata BMKG.
Dalam rilis resminya, BMKG menjelaskan bahwa pada pagi hari cuaca umumnya berawan dengan peluang hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah seperti Loloda, Ibu, Sahu, Oba, Sofifi, Kao, Malifut, Tidore, Ternate, Obi, Taliabu, Mangoli dan sekitarnya.
Memasuki siang hingga sore hari, kondisi berawan masih mendominasi, namun terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah daerah, antara lain Morotai, Loloda, Galela, Tobelo, Kao, Wasile, Maba, Weda, Patani, Obi, Taliabu dan wilayah sekitarnya.
BMKG juga merinci kondisi suhu udara berkisar antara 26 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembapan relatif cukup tinggi, yakni 80 sampai 100 persen. “Suhu udara 26 sampai 31 derajat celcius, dengan tingkat kelembaban udara relatif antara 80 sampai 100 persen. Angin dengan arah bervariasi dari Barat ke Utara dengan kecepatan 5 sampai 40 km/jam dan tinggi gelombang 0.5 sampai 2 meter” ujar BMKG.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat disertai petir. Bagi nelayan dan pengguna transportasi laut, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan guna mengantisipasi gelombang dan perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.(*)

