![]() |
TOBELO, DETIKMALUT.com - Netizen pasti masih ingat video viral warga Salube yang harus berjuang melawan arus sungai demi mengantar jenazah ke makam? Kejadian dramatis di awal Desember itu akhirnya membuahkan hasil manis lewat aksi nyata kepolisian, Senin (02/03/26).
Kapolda Maluku Utara tak tinggal diam dan langsung memerintahkan Satbrimob untuk “turun gunung” membantu masyarakat. Sebanyak 17 personel diterjunkan ke lokasi terpencil di Loloda Kepulauan untuk memulai misi percepatan pembangunan, sekaligus membawa bahan bangunan. Kedatangan mereka disambut dengan senyuman warga Desa Salube.
Bukan jembatan kayu biasa, kali ini warga Salube akan memiliki jembatan beton permanen yang gagah dan kuat. Proyek yang dinamai Jembatan Merah Putih Polri ini dibangun dengan semangat gotong royong yang luar biasa.
Sabri Duduaka, Kepala Desa Salube, menceritakan bagaimana seluruh komponen desa bergerak bersama para personel Brimob yang dipimpin IPDA Ikram Kadir. Semua bekerja keras demi memastikan pembangunan tidak terkendala.
“Pembangunan difokuskan pada pembuatan kerangka cor tiang jembatan serta pengumpulan papan kayu sebagai material pendukung, pasir, kerikil, semen, maupun besi yang dimuat lewat kapal laut KM Aksar 09 oleh bantuan anggota Brimob Polda Malut,” kata Sabri Duduaka.
Pemandangan menarik terlihat saat material bangunan harus diangkut menggunakan kapal laut karena lokasi desa yang sulit dijangkau. Sinergi ini membuktikan bahwa jarak bukanlah masalah jika ada kemauan untuk membantu sesama.
![]() |
Warga kini bisa bernapas lega karena akses menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan area kebun tidak lagi terhambat banjir. Mobilitas warga pun dipastikan akan meningkat drastis setelah jembatan ini rampung.
Tokoh pemuda setempat, Waldi Hi. Rauf, S.Hi., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri yang merespons cepat keluhan masyarakat di media sosial. Baginya, ini adalah bentuk keadilan sosial yang nyata.
“Kejadian jenazah yang harus menyeberangi banjir tempo hari adalah luka bagi kami. Namun hari ini, kami melihat harapan baru. Kami para pemuda sangat mengapresiasi kehadiran Satbrimob Polda Malut. Jembatan Merah Putih Polri ini bukan sekadar beton, tetapi urat nadi ekonomi dan akses keselamatan bagi warga Salube,” tutur Waldi.
Keberhasilan pembangunan ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan ekonomi desa yang lebih inklusif. Warga tak lagi terisolasi, dan anak-anak sekolah bisa menyeberang dengan aman tanpa rasa takut.
Bravo untuk Brimob Polda Malut dan warga Salube yang telah membuktikan bahwa gotong royong adalah kunci utama pembangunan bangsa. Mari kita kawal terus hingga jembatan ini diresmikan.(*)


