Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Revitalisasi 143 Sekolah Rampung, Gubernur Sherly Dorong Transformasi Pendidikan Malut

Jumat | Februari 06, 2026 WIB Last Updated 2026-02-06T12:18:09Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, meresmikan sejumlah proyek revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula SMAN 5 Ternate, Kamis (5/2/2026), dan dirangkaikan dengan peluncuran Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara atas percepatan pembenahan data serta pengawalan pembangunan fisik sekolah di berbagai wilayah. Ia mengungkapkan, melalui APBD 2025, sebanyak 68 sekolah telah direvitalisasi dengan total anggaran Rp53 miliar, sementara melalui APBN 2025, terdapat 75 sekolah dengan nilai anggaran mencapai Rp92 miliar.

Adapun sejumlah proyek strategis yang telah direalisasikan di antaranya pembangunan Auditorium SMAN 5 Ternate senilai Rp3,7 miliar, gedung kelas SMAN 2 Ternate Rp3 miliar, gedung kelas SMKN 1 Pulau Taliabu Rp2,2 miliar, Auditorium SMAN 2 Halmahera Timur Rp2,1 miliar, gedung kelas SMAN 1 Halmahera Tengah Rp1,8 miliar, tiga ruang kelas SMAN 8 Ternate Rp1,7 miliar, serta pembangunan gedung kelas SMAN 10 Ternate.

Memasuki tahun 2026, arah kebijakan pendidikan akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Gubernur Sherly menegaskan bahwa Inspektorat Provinsi akan melakukan audit terhadap penggunaan dana BOSP dan BOSDA dengan total nilai mencapai Rp180 miliar, guna memastikan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan Maluku Utara meningkat dari angka 48 menuju target 80.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada peserta didik, program BOSDA juga dialokasikan sebagai subsidi, salah satunya bagi SMAN 5 Ternate yang menerima bantuan sebesar Rp500 juta per tahun. Selain itu, Pemprov Malut mendorong transformasi digital pendidikan melalui pengadaan 600 unit komputer setiap tahun secara berkelanjutan hingga 2029 untuk seluruh SMA, SMK, dan SLB.

Di sisi lain, Gubernur Sherly juga berencana melakukan penataan ulang jam mengajar bagi sekitar 50 persen guru yang belum tersertifikasi, agar memenuhi syarat memperoleh tunjangan profesi guru. Pemerintah provinsi juga akan mendirikan SMA Terbuka yang direncanakan hadir di 16 pulau pada tahun ajaran baru, sebagai upaya menjangkau masyarakat di wilayah terpencil agar tetap memperoleh ijazah pendidikan menengah.

Tak hanya itu, Pemprov Malut menyiapkan program beasiswa bagi 1.000 siswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi lokal. Selain itu, terdapat pula program beasiswa kerja sama dengan 10 kampus terbaik nasional, di antaranya UGM, UI, ITB, dan UNPAD, yang saat ini masih dalam proses, khusus bagi siswa berprestasi pada jurusan strategis yang dibutuhkan daerah.

Dalam sesi dialog interaktif bersama para siswa, Gubernur Sherly menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai pilar pembangunan daerah. "Kalian adalah calon pemimpin. Bangunlah masa depan dengan hati, inovasi, dan kolaborasi," pungkasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan bantuan kemanusiaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara kepada korban bencana alam, yang diserahkan langsung kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, Ketua TP PKK, Kepala Dinas Dikbud Malut Abubakar Abdullah, pimpinan OPD, para kepala sekolah, guru, serta siswa dari berbagai sekolah di Kota Ternate.(*)
×
Berita Terbaru Update