Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Respons Cepat Gubernur Malut Jawab Kebutuhan Akses Dasar, Dapat Apresiasi Warga Obi

Rabu | Januari 14, 2026 WIB Last Updated 2026-01-14T07:44:16Z
iklan
LABUHA, DETIKMALUT.com - Masyarakat Pulau Obi menyampaikan apresiasi besar atas perhatian Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, dalam memperbaiki akses penghubung di wilayah mereka. Kondisi jembatan yang sebelumnya hanya terbuat dari batang kelapa kini telah diganti dengan konstruksi yang lebih kokoh dan layak, menegaskan kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat di kepulauan.

Di media sosial, unggahan yang membandingkan jembatan lama dan baru ramai dibagikan. Banyak warga menuliskan rasa syukur dan ucapan terima kasih, menilai pembangunan ini sebagai jawaban atas harapan panjang, khususnya bagi mobilitas sehari-hari saat cuaca buruk dan debit air meningkat.

“Dulu jembatan hanya batang kelapa, tapi sekarang sudah layak. Terima kasih Ibu Gubernur,” tulis salah satu warga.

Bagi warga setempat, jembatan bukan sekadar infrastruktur fisik. Fungsinya dianggap sebagai “urat nadi” yang menentukan lancarnya aktivitas ekonomi, distribusi kebutuhan pokok, dan akses layanan kesehatan.

Selain itu, jembatan juga sangat berperan dalam perjalanan anak-anak menuju sekolah. Jalan dan jembatan menjadi penentu perputaran hasil kebun dan laut yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat Obi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, menjelaskan pembangunan ini merupakan bagian dari program pemerintah di ruas jalan provinsi Pulau Obi.

“Ini adalah pembangunan Jembatan Laiwui–Jikotamo–Anggai. Ada tiga jembatan yang dipasang menggunakan konstruksi Bailey, atas permintaan masyarakat sekitar dan karena merupakan ruas provinsi, sehingga Ibu Gubernur membelanjakannya pada tahun 2025, tiga jembatan di 2025,” ujarnya. Risman menambahkan, pemilihan jembatan Bailey menjadi solusi cepat dan efektif agar akses warga tetap lancar, terutama di titik-titik yang selama ini rawan terputus.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga memastikan perhatian untuk masyarakat Obi berlanjut pada tahun 2026. Program lanjutan mencakup rekonstruksi jalan sepanjang 10 kilometer serta pembangunan satu jembatan bentang 20 meter, sebagai langkah menciptakan akses yang lebih permanen dan aman bagi masyarakat.

Warga berharap inisiatif ini menjadi awal pembenahan infrastruktur yang lebih merata di seluruh wilayah kepulauan Maluku Utara. Mereka menilai, dengan akses yang lebih baik, aktivitas ekonomi akan meningkat, layanan publik berjalan lebih cepat, dan keselamatan warga lebih terjamin. Dengan dukungan masyarakat dan komitmen pemerintah, konektivitas di Pulau Obi diharapkan semakin kuat, sekaligus menjadi bagian dari pembangunan berkeadilan di Maluku Utara.(*)
×
Berita Terbaru Update