![]() |
JAILOLO, DETIKMALUT.com - Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat resmi memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor menyusul kondisi lapangan yang masih membutuhkan penanganan intensif. Keputusan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Halmahera Barat Nomor 25/KPTS/1/2026 yang ditandatangani oleh Bupati Halmahera Barat, James Uang.
Perpanjangan status tanggap darurat ini merupakan hasil kesepakatan dalam Rapat Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor yang digelar pada Minggu, 11 Januari 2026, pukul 15.00 WIT. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa status tanggap darurat diperpanjang selama 14 hari, terhitung mulai 14 Januari hingga 27 Januari 2026.
Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan yang menemukan bahwa sejumlah desa terdampak masih berada dalam kondisi memprihatinkan. Banyak rumah warga yang tertimbun material lumpur dan longsor, sementara akses jalan penghubung antarwilayah kecamatan mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat dilalui oleh masyarakat untuk beraktivitas. Kondisi tersebut dinilai memerlukan langkah-langkah penanganan cepat dan terkoordinasi.
Adapun wilayah yang masuk dalam penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor meliputi enam kecamatan. Di Kecamatan Sahu, desa terdampak yaitu Desa Sasur Pantai, Desa Sasur, dan Desa Goro-Goro. Kecamatan Ibu Selatan mencakup Desa Talaga, Desa Sarau, Desa Gamsungi, Desa Gamsida, dan Desa Tabobol. Sementara di Kecamatan Ibu meliputi Desa Tongute Ternate, Desa Tongute Ternate Asal, Desa Gamlamo, dan Desa Gam Ici.
Selain itu, Kecamatan Tabaru meliputi Desa Douno dan Desa Goin. Di Kecamatan Loloda, desa-desa terdampak antara lain Desa Tolofuo, Desa Tasye, Desa Sosio, Desa Bakun, Desa Bosala, Desa Kedi, Desa Linggua, Desa Totala, Desa Tomodo, Desa Tungis, dan Desa Totala Jaya. Sedangkan di Kecamatan Loloda Tengah, wilayah terdampak berada di Desa Pamadada dan Desa Barataku.
Hingga saat ini, upaya penanganan bencana terus dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, BPBD, Damkar, Satpol PP, relawan, serta masyarakat setempat. Kegiatan yang dilakukan antara lain pembersihan rumah warga dari lumpur sisa banjir, pendistribusian logistik ke enam kecamatan terdampak, serta pengelolaan dapur umum Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama TAGANA dan masyarakat untuk memastikan kebutuhan makanan warga terdampak terpenuhi.
Layanan kesehatan juga terus diberikan kepada masyarakat. Bakti Kesehatan bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Maluku Utara membuka pelayanan kesehatan yang dipusatkan di Kantor Desa Tongute Ternate. Sementara itu, distribusi logistik ke wilayah Kecamatan Loloda dilakukan melalui jalur laut, mengingat akses darat hingga kini belum dapat dilalui.
Dengan perpanjangan status tanggap darurat ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat berharap seluruh proses penanganan, pemulihan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat berjalan lebih optimal, hingga kondisi benar-benar pulih dan aktivitas warga kembali normal.(*)


