![]() |
TOBELO, DETIKMALUT.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana setelah terjadi banjir dan tanah longsor di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kao Barat, Kecamatan Galela Utara, dan Kecamatan Loloda Utara.
Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, didampingi Wakil Bupati Dr. Kasman Hi. Ahmad, Sekda Halut, Polres dan Kodim 1508 Tobelo, serta pihak BPBD Halut, dalam keterangan persnya menyebutkan bahwa sejak Selasa (06/01) malam hujan terus mengguyur beberapa wilayah di Halut. Oleh karena itu, Halut kini berada dalam status tanggap darurat bencana yang mencakup beberapa kecamatan, di antaranya Kao Barat, Galela Utara, dan Loloda Utara.
Dijelaskannya, di Kao Barat terdapat beberapa desa terdampak banjir, di antaranya Desa Soamaetek, Pitago, Tuguis, Parseba, Bailengit, dan Tubuolamo. Desa-desa tersebut terdampak banjir akibat meluapnya sungai karena derasnya hujan.
“Di Kao Barat, desa-desa mengalami banjir akibat luapan sungai dan sejumlah masyarakat telah mengungsi. Pemda juga telah mengambil langkah dengan memberikan bantuan stimulan. Selanjutnya akan didata seluruhnya oleh BPBD sehingga dapat diketahui seluruh masyarakat yang terdampak,” jelasnya kepada wartawan di Kantor Bupati pada Rabu (07/01).
Bupati juga menjelaskan bahwa di Kecamatan Galela Utara terdapat beberapa desa yang terdampak, di antaranya Desa Saluta, Turunaluleo, Togasa, dan Pelita. Di wilayah ini terjadi luapan Sungai Pitago yang mengakibatkan beberapa desa terendam, serta dua jembatan mengalami kerusakan sehingga mobil besar tidak dapat melintas.
“Dari bencana ini, di Desa Pelita terdapat satu korban jiwa. Atas kejadian tersebut, Pemda turut berbelasungkawa atas dukacita yang dialami,” ucapnya.
Sementara itu, khusus di Kecamatan Loloda Utara terdapat beberapa titik bencana di Desa Ngajam, Worimoi, Doitia, dan Asimiro. Berdasarkan informasi, di Desa Ngajam juga terjadi longsor dan beberapa rumah tertimpa material longsor.
Pihak BPBD Halut mengalami kesulitan untuk menembus lokasi karena kondisi jalan yang dipenuhi lumpur dan air, sehingga BPBD hanya dapat mencapai Desa Tate dan belum bisa menembus ke lokasi longsor.
Selain itu, upaya menuju lokasi bencana juga telah dikoordinasikan melalui jalur laut, namun terkendala faktor cuaca yang tidak bersahabat.
“Ini merupakan kendala yang dihadapi, namun Pemda tetap berupaya untuk menjangkau lokasi terdampak. Di sana juga telah diimbau kepada kepala desa dan pihak puskesmas untuk mempersiapkan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana.
Kondisi hari ini terus diupayakan agar pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak bencana dapat terjangkau,” jelasnya.(Yan)*


