Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Hadiri Panen Raya Nasional, Wagub Malut Sambut Pengumuman Swasembada Beras

Kamis | Januari 08, 2026 WIB Last Updated 2026-01-08T05:36:36Z
iklan
SOFIFI, DETIKMALUT.com - Visi besar swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto akhirnya terwujud pada tahun pertama masa pemerintahannya. Indonesia memasuki awal tahun 2026 dengan capaian bersejarah di sektor pertanian melalui Panen Raya Nasional dan Pengumuman Resmi Swasembada Pangan yang digelar bersama jutaan petani di seluruh Tanah Air.

Momentum ini menjadi penanda kuat keberhasilan bangsa dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya beras sebagai komoditas pangan pokok strategis. Sepanjang tahun 2025, kebutuhan konsumsi beras nasional sepenuhnya dipenuhi dari hasil produksi petani dalam negeri, tanpa adanya impor beras medium.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program Asta Cita swasembada pangan, Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, turut mengikuti Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan secara daring. Kegiatan tersebut dipusatkan di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian, Rabu (7/1), dan dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, serta diikuti oleh kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Acara utama panen raya dipusatkan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa swasembada pangan bukan sekadar slogan politik, melainkan arah kebijakan strategis negara yang diwujudkan melalui langkah konkret dan terukur, didukung dorongan politik kuat dari Presiden.

Presiden Prabowo tiba di Karawang sekitar pukul 11.00 WIB mengenakan safari krem, topi biru, dan kacamata hitam. Ia disambut sejumlah pejabat, di antaranya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi acara, ribuan warga tampak memadati sisi jalan untuk menyambut kedatangan Presiden. Dari atas kendaraan Maung Putih, Presiden Prabowo menyapa masyarakat dengan ramah, melambaikan tangan, bahkan beberapa kali menghentikan kendaraan untuk berinteraksi langsung.

“Prabowo, Pak Prabowo,” teriak warga yang antusias, sementara sebagian lainnya membentangkan spanduk dukungan.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai produk lokal hasil pertanian turut dipamerkan, mulai dari susu sapi hingga buah nanas. Presiden Prabowo juga sempat mencicipi buah yang disuguhkan. Selain itu, diperlihatkan pula sejumlah teknologi pertanian modern yang telah disiapkan untuk beroperasi di lahan pertanian skala luas, salah satunya combine harvester—mesin panen modern yang mampu memotong, merontokkan, dan membersihkan padi dalam satu proses.

Presiden hadir didampingi jajaran Kabinet Merah Putih, antara lain Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Hediyati Soeharto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol. (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D., Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koordinator Pangan Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., Menteri PDT Yandri Susanto, serta Menteri ATR Nusron Wahid.

Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Dalam pidato resminya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.

“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, diundang hari ini pada acara panen raya, dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Presiden.

Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus terus waspada, berani mengoreksi diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan.

“Kita mengerti dan paham bahwa bangsa kita negara yang kaya. setelah saya dipilih dan diangkat menjadi presiden setelah saya mengambl alih pemerintah lebih paham mengerti atas kekayaan kita,” ujarnya.

Di akhir pidato, Presiden menegaskan bahwa swasembada beras merupakan bentuk pengabdiannya kepada rakyat Indonesia.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat dalam mewujudkan swasembada beras dalam waktu singkat.

“Pak Presiden bercita-cita 4-5 tahun, turun 3 tahun dan berkat kerja keras anak-anak bangsa saat ini 1 tahun sudah capai,” ujar Mentan yang disambut tepuk tangan hadirin.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian telah mencabut 2.300 izin usaha pedagang pupuk yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Ini semata-mata untuk melindungi para petani kita,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya kepada sejumlah tokoh dan insan pertanian yang dinilai berkontribusi besar. Penganugerahan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2/TK/2026 yang dibacakan oleh Sesmilpres Mayjen TNI Wahyu Yudhayana.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Bintang Jasa Utama), petani Heri Sunarto (Bintang Jasa Pratama), serta penyuluh dan petani berprestasi lainnya. Selain itu, Satyalancana Wira Karya juga diberikan kepada sejumlah pejabat daerah, aparat TNI/Polri, penyuluh, dan petani dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dengan prosesi simbolis menumbuk padi, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras.

Menanggapi capaian tersebut, Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas sinergi seluruh pihak.

“Alhamdulillah, momentum hari ini merupakan bukti nyata bahwa sinergi antara berbagai pihak mampu menghasilkan capaian positif dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tuturnya.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa swasembada pangan kini menjadi fondasi kuat bagi ketahanan nasional, kedaulatan negara, dan peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia melalui kerja kolektif lintas sektor yang berkelanjutan.(*)
×
Berita Terbaru Update