![]() |
| Ilustrasi |
Warga dan nelayan diimbau untuk berhati-hati karena angin kencang yang dapat mencapai kecepatan maksimal 50 km/jam berpotensi meningkatkan tinggi gelombang. Wilayah yang diperingatkan antara lain perairan Obi, Halmahera Timur, Laut Halmahera, Gane Bagian Timur, Morotai, Loloda, serta pesisir Halmahera Barat.
Dalam rilisnya, BMKG menjelaskan bahwa angin bertiup dari arah utara hingga barat laut dengan kecepatan 5 sampai 30 km/jam. Tinggi gelombang secara umum diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 2 meter di perairan Maluku Utara.
Selain peringatan gelombang, BMKG juga memaparkan kondisi cuaca. Pada pagi hari, cuaca umumnya cerah berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang, terutama di wilayah Morotai, Loloda, Ibu, Sahu, Jailolo, Tobelo, Kao, Malifut, dan Galela.
“Kemudian wilayah Sidangoli, Oba, Sofifi, Wasile, Patani, Maba, Weda, Obi, Mangoli, Taliabu dan sekitarnya. Kemudian pada siang atau sore hari, umumnya cerah berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Morotai, Loloda, Jailolo, Ibu dan Sahu. Berlaku pula untuk wilayah Tobelo, Kao, Malifut, Galela, Sidangoli, Oba, Sofifi, Wasile, Patani, Maba, Weda, Obi, Mangoli, Taliabu dan sekitarnya.”
BMKG juga menginformasikan bahwa suhu udara diperkirakan berkisar antara 26 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembaban relatif 70 sampai 100 persen. “Dengan demikian peringatan dini cuaca dinyatakan nihil,” tutup BMKG.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan memantau informasi cuaca terkini, terutama bagi nelayan dan warga yang berada di wilayah pesisir, agar keselamatan tetap terjaga.(*)

