Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Maluku Utara

Selasa | Januari 06, 2026 WIB Last Updated 2026-01-06T14:47:42Z
iklan
Ilustrasi
TERNATE, DETIKMALUT.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Babullah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Maluku Utara. Kondisi ini diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak seperti genangan air, banjir lokal, hingga pohon tumbang yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada malam hingga dini hari.

Dalam pembaruan prakiraan cuaca per 6 Januari 2026, BMKG mencatat suhu udara di Maluku Utara berada pada kisaran 23 hingga 26 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi, yakni antara 85 hingga 100 persen. Angin diprediksi bertiup dari arah Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan 5 hingga 40 kilometer per jam, yang dapat memperkuat intensitas hujan maupun gelombang laut.

Pada malam hari, kondisi cuaca secara umum diprakirakan hujan ringan. Namun demikian, potensi hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di wilayah Morotai, Galela, Loloda, Ibu, Sahu, Jailolo, Sidangoli, Ternate, Tidore, Sofifi, Oba, Mangoli, Sanana, Sulabesi, Taliabu, serta daerah sekitarnya.

Sementara itu, pada waktu dini hari, cuaca di Maluku Utara umumnya berawan. Meski begitu, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diprakirakan dapat terjadi di wilayah Batang Dua, Morotai, Loloda, Jailolo, Ternate, Tidore, Kayoa, Bacan, Gane, Gebe, Patani, Mangole, Obi, Mangoli, Sanana, Taliabu, dan wilayah sekitarnya.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini khusus untuk wilayah Morotai, Galela, Loloda, Ibu, Sahu, Jailolo, Batang Dua, Ternate, Tidore, Oba, dan sekitarnya. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Selain cuaca daratan, kondisi perairan Maluku Utara juga perlu mendapat perhatian. Gelombang laut diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 2,5 meter. Nelayan, masyarakat pesisir, serta pengguna jasa transportasi laut diminta untuk lebih berhati-hati terhadap kemungkinan peningkatan tinggi gelombang akibat menguatnya angin.

Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi BMKG serta mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem tersebut.(*)
×
Berita Terbaru Update