Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir dan Longsor Terjang Halmahera Barat, Puluhan Rumah Warga Terendam

Rabu | Januari 07, 2026 WIB Last Updated 2026-01-07T07:21:11Z
iklan
Kondisi rumah warga yang terdampak
JAILOLO, DETIKMALUT.com - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Halmahera Barat sejak Selasa sore, 6 Januari 2026, memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Puluhan rumah warga terdampak, sementara beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan.

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat, desa yang paling parah terdampak berada di Kecamatan Ibu, yakni Desa Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal, dan Gamlamo. Tinggi air banjir dilaporkan mencapai 3 meter, merendam sekitar 80% rumah warga, dan memutus aliran listrik serta jaringan telekomunikasi.

Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat, Wawan Gunawan M.T.Ali, menyatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk meninjau kondisi di lapangan. "Kami sedang memetakan dampak dan kerusakan bangunan, sekaligus memantau kondisi cuaca. Jika situasi memburuk, evakuasi warga akan segera dilakukan," ujar Wawan.

Selain Kecamatan Ibu, banjir dan longsor juga terjadi di sejumlah wilayah lain, antara lain:

Kecamatan Tabaru (Ibu Utara): Longsor menutup jalan di ujung Desa Borona sehingga akses ke Tolisaor, Aru Jaya, Pasalulu, dan Togoreba Tua tidak bisa dilalui kendaraan.

Kecamatan Sahu Timur: Desa Gamomeng dan Idam Gamlamo terdampak banjir, dengan jalan menuju Susupu terputus sejak pukul 23.00 WIB.

Kecamatan Sahu: Desa Balisoan Utara dan RTB terendam, sementara longsor menimpa rumah di desa Sasur. Warga Desa Goro-goro terpaksa mengungsi ke gedung gereja setempat.

Kecamatan Loloda: Desa Tolofuo dan Soasio mengalami longsor yang menimpa beberapa rumah. Informasi awal menyebut ada dua orang hilang, namun belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
Banjir dan longsor juga melanda Desa Togola Sanger, Tahafo, Togola Wayoli, Sarau, Talaga, Ngalo-ngalo, dan Duono. Di Desa Duono, dua rumah dilaporkan hanyut terbawa arus.

BPBD bersama BNPB dan berbagai elemen terkait terus berupaya melakukan pemantauan dan evakuasi, serta memberikan bantuan kepada warga terdampak. Wawan menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, namun puluhan kepala keluarga terdampak banjir dan tanah longsor.

Masyarakat diimbau tetap waspada, menghindari area rawan banjir dan longsor, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. “Kita doakan semoga cuaca segera membaik dan warga selalu dalam lindungan Allah SWT,” tutup Wawan.(*)
×
Berita Terbaru Update