Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

BMKG Ternate: Hujan Berpotensi Terjadi Hampir di Seluruh Wilayah Maluku Utara

Selasa | Desember 16, 2025 WIB Last Updated 2025-12-16T00:15:45Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com Masyarakat Maluku Utara diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi peningkatan curah hujan yang diprakirakan terjadi mulai 16 hingga 21 Desember 2025. Peringatan dini cuaca tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Ternate.

Dalam keterangannya, BMKG menyebutkan bahwa hampir seluruh wilayah Maluku Utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas bervariasi. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang berkembang di kawasan tersebut.

Kepala Stasiun Meteorologi Ternate, Sakimin, menjelaskan bahwa saat ini terpantau adanya pola belokan angin dan pertemuan massa udara (konvergensi) yang menyebabkan perlambatan aliran udara di wilayah Maluku Utara. Situasi tersebut mendorong terbentuknya awan hujan secara lebih intens.

“Secara umum, cuaca di Maluku Utara selama periode tersebut diprakirakan berawan hingga hujan ringan. Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara fluktuatif pada pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari,” ujar Sakimin.

Berdasarkan prakiraan BMKG, pada 17 hingga 18 Desember 2025, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu, serta Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan.

Selanjutnya, pada periode 19 hingga 21 Desember 2025, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai angin kencang diprakirakan kembali terjadi di hampir seluruh wilayah Maluku Utara.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi dampak lanjutan dari kondisi cuaca tersebut, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, hingga angin kencang, khususnya di daerah rawan bencana.

“Masyarakat juga diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mulai melakukan upaya pengurangan risiko, seperti tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan sekitar tempat tinggal,” kata Sakimin.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem pengelolaan sumber daya air, serta meningkatkan koordinasi lintas instansi guna menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode tersebut.(*)
×
Berita Terbaru Update