![]() |
TOBELO, DETIKMALUT.com - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Utara mengecam keras aksi yang dilakukan Aliansi Pemuda Maluku Raya di Mabes Polri, kemarin.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Terpilih KNPI Halmahera Utara, Mufrid Tawary, menegaskan bahwa tudingan yang dialamatkan kepada Bupati Halmahera Utara adalah sesuatu yang mengada-ada dan salah kamar.
Dalam pernyataan resmi KNPI, aksi unjuk rasa yang menuding Bupati sekaligus orang mereka sebagai penyebar video asusila dinilai tidak mencerminkan suara seluruh warga Halmahera Utara dan justru merusak citra daerah.
Mufrid menegaskan, KNPI siap membela marwah daerah dan akan selalu mengedepankan dialog produktif dalam menyelesaikan setiap persoalan.
“Kami mengecam tindakan yang hanya menimbulkan perpecahan dan disharmoni di masyarakat,” ungkap Ketua KNPI Halmahera Utara.
Pada kesempatan itu, KNPI juga mengajak semua pihak untuk bersatu dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau informasi yang tidak terverifikasi.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terjebak dalam situasi yang hanya akan merugikan reputasi daerah kita,” tambahnya.
Menurutnya, aksi yang dijalankan Aliansi Pemuda Maluku Raya telah menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat Halmahera Utara.
KNPI berkomitmen untuk terus memantau perkembangan setiap kasus dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan demi menjaga keutuhan serta stabilitas daerah.(Yan)*

