![]() |
TERNATE, DETIKMALUT.com - Keindahan bawah laut Pulau Hiri selama ini menjadi rahasia tersimpan, karena masyarakat setempat memilih menutup kawasan tersebut dari aktivitas wisata komersial. Namun, langkah baru kini mulai digagas agar potensi wisata selam bisa dikelola secara profesional tanpa merusak alam.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, hadir langsung untuk memberikan arahan sekaligus mendengarkan aspirasi warga. Ia menekankan bahwa potensi wisata selam Pulau Hiri dapat menjadi sumber ekonomi baru, tetapi pengelolaannya harus tetap memperhatikan prinsip ekologi yang kuat.
Dalam dialog bersama tokoh adat seperti Fanyira Soa Faudu dan Duang Safi, warga Hiri menegaskan pentingnya menjaga batasan adat sebagai pelindung lingkungan.
“Kalau Ibu Gubernur mau menyelam, kami terbuka. Tapi untuk umum harus ada batasan. Terutama saat Ramadan, harus tutup total. Karena di situ kami mencari rezeki dari laut,” kata warga.(23/11/2025).
Menanggapi hal itu, Gubernur Sherly menggarisbawahi perlunya pengelolaan dive center yang profesional dan berbasis masyarakat lokal. Ia menekankan bahwa seluruh rantai ekonomi dari wisata selam, mulai dari pemandu, pemilik kapal, hingga pengelola peralatan, harus dipegang oleh warga Hiri.
“Mulai dari guide, pemilik kapal, sampai pengelola peralatan harus berasal dari Hiri, supaya nilai ekonominya tinggal di masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan menyediakan satu paket lengkap peralatan diving untuk masyarakat Hiri. Dukungan ini bertujuan mempersiapkan kapasitas warga sebelum wisata selam dibuka secara terbatas dan teratur.
Kehadiran Gubernur Sherly juga meredakan kekhawatiran warga tentang potensi marginalisasi di tanah sendiri. Ia menegaskan bahwa warga lokal harus menjadi aktor utama dalam pengembangan pariwisata Pulau Hiri.
Dengan pengelolaan yang tepat, Pulau Hiri diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata selam yang menawan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat lokal, sekaligus menjaga kelestarian alam yang menjadi warisan generasi.(*)

