![]() |
TERNATE, DETIKMALUT.com - Ratusan warga, khususnya para mama-mama, memadati Kecamatan Pulau Hiri untuk menyambut kedatangan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, pada Sabtu (23/11). Kehadiran Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara ini tidak hanya disambut hangat, tetapi juga menjadi momen dialog terbuka antara pemimpin daerah dengan masyarakat—sebuah pendekatan yang selalu menjadi ciri khas kepemimpinan Sherly.
Suasana pertemuan berlangsung hangat, penuh interaksi, dan diwarnai harapan dari masyarakat. Satu per satu warga mengutarakan aspirasi mereka, dan Gubernur Sherly mendengarkan dengan seksama. Beberapa isu yang muncul dalam dialog tersebut antara lain:
- Putusnya jalan penghubung Dorariisa–Tomajiko akibat banjir bandang pada Juni 2024;
- Kerusakan rumah warga di Dorariisa, Togolobe, dan Faudu akibat puting beliung;
- Rusaknya talud penahan ombak sepanjang ±1.000 meter di Dorariisa dan Tafure;
- Kerusakan Masjid Dorariisa pada bagian seng dan plafon karena usia;
- Dokter yang tidak standby dan kondisi pagar Puskesmas Faudu yang tidak layak;
- Permintaan rumpon dan kapal untuk nelayan;
- Kebutuhan jalan tani untuk mendukung pertanian;
- Aspirasi penegerian SMAS Mafakati;
- Pengembangan wisata selam yang inklusif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal.
Menanggapi semua aspirasi tersebut, Gubernur Sherly memberikan jawaban satu per satu dengan sikap realistis, tanpa janji muluk-muluk. “SMAS Mafakati akan kita proses penegeriannya,” tegas Sherly, disambut riuh tepuk tangan warga.
Untuk mendukung sektor perikanan, Gubernur langsung mengabulkan pengadaan rumpon satu unit untuk setiap kelurahan, serta menyiapkan kapal 3 GT sebagai tambahan armada. “Rumpon diberikan tahun ini. Camat bertanggung jawab mengoordinasikan sampai barang diterima dan dimanfaatkan. Pajeko belum bisa, tetapi kapal 3 GT kita siapkan,” ujarnya.
Di bidang infrastruktur, Sherly meminta dinas terkait bergerak cepat. Talud yang rusak, jalan putus, dan kerusakan lainnya akan diinventarisasi untuk menentukan langkah perbaikan. “Yang butuh biaya besar akan kita usulkan ke kementerian,” jelasnya.
Gubernur juga menegaskan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ternate, mengingat sebagian kebutuhan dasar masyarakat Hiri berada dalam kewenangan Pemkot.
Mengenai pariwisata, Sherly menyatakan setuju untuk mengembangkan wisata selam yang inklusif dan berpihak pada masyarakat lokal, setelah mendapat persetujuan dari tokoh adat dan warga Hiri. Ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Kehadiran Gubernur Sherly di Pulau Hiri bukan sekadar kunjungan kerja. Momen ini menjadi angin segar bagi enam kelurahan yang selama ini menaruh harapan besar pada perubahan. Lebih dari itu, pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal bagi Pulau Hiri untuk tumbuh lebih sejahtera, berdaya, dan diperhatikan.(*)

