Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Wagub Sarbin Buka BookFest Maluku Utara, 99 Buku Karya Penulis Lokal Diluncurkan

Jumat | September 11, 2026 WIB Last Updated 2026-09-11T12:05:35Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Upaya memperkuat budaya literasi di Maluku Utara mendapat ruang baru melalui Festival Buku Maluku Utara atau BookFest Maluku Utara 2026. Kegiatan yang digelar di Benteng Oranje, Ternate, Jumat (11/9/2026), resmi dibuka Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe.

BookFest Maluku Utara berlangsung selama dua hari, 11–12 September 2026. Dalam pembukaan tersebut, Sarbin tidak hanya membuka festival, tetapi juga meresmikan Yayasan Rumah Buku Maluku Utara serta meluncurkan 99 buku karya penulis Maluku Utara.

Peluncuran ditandai dengan penandatanganan replika sampul buku secara simbolis oleh Wakil Gubernur Maluku Utara.

Festival ini turut menghadirkan berbagai stan yang menyediakan buku karya penulis lokal maupun koleksi dari sejumlah lembaga pendidikan dan institusi. Di antaranya Gramedia, MAN Insan Cendekia Halmahera Barat, SMA Negeri 8 Ternate, SMA Negeri 4 Ternate, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Kota Ternate melalui layanan mobil perpustakaan keliling.

BookFest Maluku Utara merupakan hasil kolaborasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Maluku Utara, Komunitas Faduli Buku, dan Jakofi Pustaka.

Tak hanya menjadi ruang pameran buku, festival tersebut juga diisi sejumlah kegiatan yang mendorong kreativitas dan minat baca masyarakat. Agenda yang disiapkan antara lain diskusi buku, creative writing, teknik menulis sajak, musikalisasi puisi, pameran karya penulis Maluku Utara, hingga meet and greet bersama para penulis.

Dalam sambutannya, Sarbin Sehe menekankan pentingnya buku dan aktivitas kepenulisan dalam membangun masyarakat yang memiliki pengetahuan. Menurutnya, budaya membaca dan menulis perlu terus diperkuat karena keberadaan penulis menjadi bagian penting dalam penyediaan informasi.

"Buku sangat penting dan menulis setara dengan guru. Penulis tidak bisa tergantikan oleh sistem informasi, karena tanpa penulis kita tidak mendapatkan informasi," kata Sarbin.
Ia menilai kemampuan menulis berjalan beriringan dengan kebiasaan membaca. Karena itu, peningkatan minat baca perlu diikuti dengan dorongan agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu menghasilkan karya dan mendokumentasikan gagasan mereka melalui buku.

Sarbin juga berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, penulis, dan berbagai pihak lainnya dapat terus dikembangkan sehingga gerakan literasi di Maluku Utara tidak berhenti pada kegiatan festival semata.

Sementara itu, Ketua ICMI Orwil Maluku Utara, Kasman Hi. Ahmad, berharap BookFest dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang konsisten digelar di Maluku Utara.

"Dan adanya Yayasan Rumah Buku diharapkan menjadi gerakan dalam literasi dan pembukuan di Provinsi Maluku Utara. Di yayasan ini nantinya kita mendorong dan memfasilitasi teman-teman yang memiliki kemampuan menulis dan sudah memiliki naskah, tetapi belum diterbitkan," pungkasnya.

Dengan hadirnya BookFest dan Yayasan Rumah Buku, Maluku Utara diharapkan memiliki ekosistem yang semakin kuat bagi para pembaca dan penulis, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi karya-karya lokal untuk dikenal dan diterbitkan.(Red)
×
Berita Terbaru Update