Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Tutup BookFest Malut 2026, ICMI Soroti Tantangan Dunia Literasi di Maluku Utara

Senin | September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T03:38:18Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Festival Buku Maluku Utara (BookFest) 2026 resmi berakhir. Di balik semarak kegiatan tersebut, ICMI Maluku Utara menyoroti masih lemahnya ekosistem literasi, terutama minimnya penerbit dan distributor buku di Maluku Utara.

BookFest Maluku Utara 2026 berlangsung selama dua hari, 11-12 September 2026, dan ditutup Ketua ICMI Orwil Maluku Utara, Kasman Hi. Ahmad, di Benteng Oranje Ternate, Sabtu (12/9/2026).

Dalam agenda penutupan, ICMI Maluku Utara juga memberikan penghargaan Lifetime Achievement Awards kepada dua tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap literasi dan pendidikan.

Penghargaan tersebut diberikan kepada almarhum Adnan Amal untuk bidang Literasi dan Penulisan Sejarah serta almarhum Jusuf Abdulrahman untuk bidang Literasi dan Pendidikan. Penghargaan diterima oleh masing-masing keluarga.

Kasman mengatakan, festival buku menjadi ruang penting bagi penulis untuk berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan pembaca. Namun, pengembangan dunia kepenulisan di Maluku Utara masih menghadapi sejumlah kendala.

Salah satu persoalan yang disorot adalah belum adanya penerbit buku di Maluku Utara. Kondisi tersebut dinilai membuat ekosistem perbukuan belum berkembang secara optimal.

"Tantangannya penulis banyak sekali. Tidak ada penerbit di Maluku Utara. Saya lihat pengusaha-pengusaha lebih senang pada konstruksi, tetapi tidak pernah berinvestasi di bidang perbukuan yang memperkuat ekosistem literasi," kata Kasman.

Selain penerbit, ia juga menyoroti terbatasnya distributor buku. Menurutnya, saat ini pilihan distributor buku di Maluku Utara masih sangat terbatas.

"Distributor buku, yang ada hanya Gramedia Ternate," ujarnya.

Wakil Bupati Halmahera Utara itu mengatakan, penguatan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan komunitas dan masyarakat. Ia mendorong masyarakat menyediakan pojok perpustakaan di lingkungan masing-masing serta membangun komunitas membaca dan menulis.

Kasman berharap komunitas literasi yang tumbuh di Maluku Utara dapat menjadi ruang lahirnya karya-karya baru dari para penulis lokal.

"Festival Buku ini sebuah ekosistem literasi yang mulai kita wujudkan. Mudah-mudahan terus ditebarkan. Hari ini para pelajar hingga masyarakat yang terlibat telah memulai untuk menentukan masa depan dengan ikut terlibat dalam program literasi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengatakan BookFest menjadi salah satu langkah untuk mendorong tumbuhnya budaya literasi di Maluku Utara.

Ia menyebutkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Perpustakaan pada setiap satuan pendidikan juga diarahkan agar lebih produktif dan dimanfaatkan secara optimal oleh para pelajar.

"Kami memberi apresiasi kepada penyelenggara Festival Buku dan para mitra sehingga kegiatan ini dapat terselenggara, karena ini berdampak pula bagi dunia pendidikan terutama pada literasi," kata Abubakar.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat terus diperkuat sehingga budaya membaca dan menulis semakin berkembang.

Dengan demikian, penyelenggaraan BookFest Maluku Utara tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di daerah.(Id/Red)
×
Berita Terbaru Update