Sebanyak 120 produk lokal dibawa dalam ajang tersebut. Keikutsertaan ini menjadi momentum bagi pelaku usaha Maluku Utara untuk memperkenalkan produk berbasis potensi daerah sekaligus membuka akses terhadap jaringan usaha dan pasar yang lebih luas.
Empat IKM yang ambil bagian dalam pameran tersebut masing-masing Pakesang, Amalia Queenlove, Sulamina, dan KTH Buku Manyeku. Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari olahan kenari, kopi, sagu, cokelat, dan rempah hingga minyak cengkih.
Untuk mendukung kelancaran keikutsertaan para pelaku usaha, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara melakukan koordinasi dengan Badan Penghubung Provinsi Maluku Utara di Jakarta. Dalam pelaksanaannya, Lestari ditunjuk sebagai penanggung jawab atau person in charge (PIC) yang mengawal kegiatan tersebut.
Koordinasi dilakukan agar seluruh produk yang dikirim dari Maluku Utara dapat dipersiapkan serta ditata secara optimal selama pameran. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku IKM daerah dengan ruang promosi dan jaringan pasar di tingkat nasional.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara, M. Ronny Saleh, mengatakan keterlibatan IKM dalam pameran berskala nasional merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperluas pasar produk lokal.
"Kami ingin produk-produk yang dihasilkan pelaku usaha Maluku Utara memiliki ruang untuk dikenal lebih luas. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong agar produk lokal tidak hanya kuat di pasar daerah, melainkan juga mampu menjangkau pasar nasional,” ujarnya.
Ia menilai komoditas lokal seperti kenari, sagu, kopi, rempah, dan cengkih memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah. Selain memiliki potensi ekonomi, produk-produk tersebut juga dinilai dapat memperkuat karakter dan identitas daerah.
Tjipta UMKM Fair 2026 diselenggarakan oleh Eka Tjipta Foundation (ETF) sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui program UMKM Naik Kelas dengan pendekatan Inclusive Closed Loop.
Melalui kegiatan tersebut, ETF turut mengundang produk unggulan binaan Provinsi Maluku Utara untuk diperkenalkan kepada pengunjung dan jejaring usaha yang hadir dalam pameran.
Bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara, keterlibatan dalam ajang ini tidak sekadar menjadi kesempatan memamerkan produk daerah. Lebih dari itu, pameran di Jakarta diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk IKM Maluku Utara untuk memperluas jaringan, membangun peluang kerja sama, dan menjangkau konsumen di luar daerah.
Dengan membawa 120 produk lokal ke tingkat nasional, pemerintah daerah bersama pelaku IKM terus mendorong agar potensi bahan baku Maluku Utara dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.(Id/Red)