Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

RSUD Chasan Boesoirie Terima 50 Mahasiswa TLM Poltekkes Ternate untuk Praktik Lima Bulan

Senin | Agustus 24, 2026 WIB Last Updated 2026-08-24T05:45:13Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Sebanyak 50 mahasiswa Program Studi Diploma III (D-III) Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Poltekkes Kemenkes Ternate resmi memulai masa praktik kerja nyata di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie.

Sebelum terjun langsung ke laboratorium medis, para mahasiswa mengikuti kegiatan orientasi dan pembekalan yang mencakup Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Kegiatan pembekalan berlangsung pada Senin–Selasa, 24–25 Agustus 2026, di Aula RSUD dr. H. Chasan Boesoirie. Pembekalan ini menjadi tahapan awal bagi mahasiswa sebelum menjalani praktik di lingkungan rumah sakit selama lima bulan, sebagai bagian dari proses penguatan kompetensi dan pengalaman profesional di bidang teknologi laboratorium medis.

Mewakili Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, Kepala Bidang Pendidikan, Mutu, dan Pengembangan Rumah Sakit, Alwan M. Arif, S.ST., M.Kes., M.M., menegaskan bahwa kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Ternate merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menjalankan peran sebagai rumah sakit pendidikan utama di Maluku Utara.

Menurutnya, proses pembelajaran mahasiswa di rumah sakit tidak semata-mata diarahkan pada penguasaan keterampilan teknis laboratorium, tetapi juga pada pembentukan karakter dan budaya profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan.

"Mahasiswa tidak hanya harus memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memahami etika pelayanan, budaya 5S, keselamatan pasien, serta sikap profesional. Karena ketika berada di rumah sakit, yang dihadapi bukan sekadar spesimen atau prosedur, tetapi manusia yang membutuhkan pelayanan yang aman dan bermutu," ujar Alwan dalam sambutannya.

Alwan juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, terbuka, dan bebas dari tindakan yang dapat menghambat proses pendidikan. Untuk itu, rumah sakit turut membuka kanal pengaduan khusus bagi mahasiswa magang sebagai ruang bagi peserta untuk menyampaikan ketidakpuasan, kendala selama praktik, maupun dugaan perundungan.

"Kami juga membuka kanal pengaduan khusus bagi mahasiswa magang untuk melaporkan ketidakpuasan atau perundungan. Masukan dari mahasiswa penting bagi kami sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Ketua Program Studi D-III Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Ternate, Rony Puasa, SKM., M.Kes., mengapresiasi perpanjangan masa praktik mahasiswa menjadi lima bulan.

Menurutnya, durasi tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung sekaligus memperdalam kompetensi yang telah dipelajari selama perkuliahan.

"Manfaatkan lima bulan ini sebaik mungkin. Serap ilmu sebanyak-banyaknya dari para pembimbing dan tenaga senior di rumah sakit. Apa yang belum diperoleh di bangku kuliah dapat dipelajari melalui pengalaman langsung selama praktik," ujar Rony.

Ia mengingatkan seluruh mahasiswa agar mematuhi tata tertib rumah sakit, menjaga etika, serta mengikuti setiap tahapan orientasi dan pembelajaran dengan penuh tanggung jawab.

"Jangan melihat praktik ini hanya sebagai kewajiban akademik. Jadikan lima bulan ini sebagai ruang untuk membangun kompetensi, kedisiplinan, etika, dan kesiapan memasuki dunia profesional," tambahnya.

Kegiatan orientasi dan pelatihan menghadirkan sejumlah fasilitator berkompeten, yakni Dr. Ferry Adreff, S.Kep., Ns., M.Kep., selaku Ketua Komite Mutu sekaligus fasilitator dan surveior KARS, serta Wiwin Subekti, S.Kep., Ns., M.M., dan Hijjah Qomariah, SKM., M.Kes.

Melalui rangkaian pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang utuh mengenai standar mutu pelayanan, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, keselamatan kerja, hingga keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan hidup.(Id/Red)
×
Berita Terbaru Update