Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

RSUD Chasan Boesoirie Gelar Workshop Pengumpulan Data Indikator Mutu dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien

Kamis | Agustus 20, 2026 WIB Last Updated 2026-08-20T07:19:48Z
iklan
 TERNATE, DETIKMALUT.com - RSUD dr. H. Chasan Boesoirie menggelar Workshop Pengumpulan Data Indikator Mutu dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien bagi seluruh Penanggung Jawab (PIC) Mutu Unit di lingkungan rumah sakit, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Gedung Jantung tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas PIC Mutu Unit dalam melakukan pengumpulan, pengelolaan, serta pelaporan data mutu dan insiden keselamatan pasien secara tepat dan berkelanjutan.

Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, dr. Rosita menekankan bahwa data yang dikumpulkan oleh setiap unit memiliki keterkaitan langsung dengan indikator mutu nasional maupun pelaporan insiden keselamatan pasien.

Karena itu, ketepatan proses pengumpulan data menjadi hal yang sangat penting dalam memastikan kualitas informasi yang digunakan rumah sakit.

"Bapak Ibu sekalian adalah pengumpul data yang harus dibekali dengan pemahaman mengenai teknik pengumpulan data. Terlebih bagi para kepala ruangan, perlu memahami juga bagaimana proses pengumpulan data di unit masing-masing," ujar dr. Rosita.

Menurutnya, data mutu tidak sekadar menjadi bagian dari administrasi rumah sakit, tetapi merupakan instrumen penting dalam mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.

"Sehingga kegiatan ini sangat penting, dan tentu setiap rumah sakit pasti melakukan kegiatan ini," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan, Mutu, dan Pengembangan Rumah Sakit, Alwan M. Arif, S.ST., M.Kes., M.M., menyampaikan bahwa setiap PIC Mutu Unit diharapkan memiliki pemahaman yang memadai mengenai indikator mutu serta mekanisme pengumpulan dan pelaporannya.

Ia menilai kegiatan peningkatan kapasitas seperti workshop tersebut perlu dilakukan secara berkala untuk mengukur sekaligus memperkuat pemahaman para PIC terhadap indikator mutu yang diterapkan di masing-masing unit.

"Semuanya ikut, tanpa terkecuali," jelas Alwan mengenai cakupan peserta kegiatan.

Workshop menghadirkan Ketua Komite Mutu RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, Dr. Ferry Adref, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Kepala Ruangan HD RSUD, Ilham Boamona, S.Kep., Ns., M.M., sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Ilham menegaskan komitmen rumah sakit melalui prinsip "Mutu Bukan Sekadar Angka."

Menurutnya, angka dalam indikator mutu harus dimaknai sebagai representasi dari proses pelayanan yang berlangsung di rumah sakit dan menjadi dasar untuk melakukan perbaikan.

Peningkatan mutu pelayanan, lanjutnya, berjalan melalui sebuah siklus berkelanjutan, yakni indikator, data, analisis, perbaikan, evaluasi, dan budaya mutu.

"Setiap tahapan tersebut saling berkaitan. Data yang akurat menjadi dasar analisis, analisis menjadi pijakan dalam menentukan langkah perbaikan, sementara evaluasi memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan," ungkapnya.

Workshop ini menjadi wujud nyata komitmen RSUD dr. H. Chasan Boesoirie dalam membangun budaya mutu yang sesungguhnya, yakni budaya kerja yang menjadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan, keselamatan pasien sebagai prioritas, serta peningkatan kualitas pelayanan sebagai tanggung jawab bersama.

Melalui penguatan kapasitas PIC Mutu Unit di seluruh lingkungan rumah sakit, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie terus mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, terukur, aman, dan berorientasi pada kepentingan pasien.(Id/Red)
×
Berita Terbaru Update